Pidato Perdana Prabowo di Sidang Umum PBB Selasa Malam, DPR: Diharapkan Jadi Suara Palestina
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta berharap Presiden Prabowo Subianto menyuarakan kemerdekaan Palestina dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.
Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 PBB, Selasa 23 September pukul 09.00 waktu setempat atau pukul 20.00 WIB.
Menurut Sukamta, dukungan dunia terhadap Palestina semakin meluas setelah Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal secara resmi menyatakan pengakuan kemerdekaan Palestina. Dukungan itu muncul bertepatan dengan satu bulan operasi militer Israel untuk mengambil alih Gaza sejak 20 Agustus 2025.
“Dukungan terhadap Palestina terus menguat secara signifikan. Dukungan ini dikeluarkan bertepatan dengan satu bulan operasi militer Israel caplok Gaza yang terus menambah jumlah korban jiwa di pihak Palestina,” kata Sukamta kepada wartawan, Selasa 23 September.
Ia mengingatkan agar dukungan negara-negara tersebut tidak berhenti di meja diplomasi semata. Apalagi Israel telah mengerahkan 60 ribu tentara cadangan dan menggunakan robot peledak dalam operasi militer terbaru.
“Jangan sampai dukungan-dukungan ini berhenti di forum-forum diplomasi, tapi harus berimplikasi nyata dan signifikan di lapangan,” sambungnya.
Baca juga:
Sukamta meminta Pemerintah Indonesia mendorong PBB dan komunitas internasional untuk mengambil langkah konkret, tegas, taktis, dan strategis guna menghentikan agresi Israel.
“Kami berharap Presiden Prabowo menyuarakan hal ini saat berpidato di Sidang Majelis Umum PBB,” ujarnya.
Presiden Prabowo sendiri tiba di New York pada Sabtu 20 September pukul 16.50 waktu setempat. Kehadiran Prabowo di sidang kali ini akan menjadi yang pertama bagi seorang presiden Indonesia secara langsung dalam satu dekade terakhir.