KPK Berpeluang Panggil Menaker Yassierli Terkait Kasus Sertifikasi K3 yang Jerat Immanuel Ebenezer

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan siapapun yang diduga mengetahui dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bakal dipanggil. Tak terkecuali Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli yang merupakan atasan eks Wamenaker Immanuel Ebenezer.

“Karena keterangan setiap saksi atas apa yang diketahuinya akan membantu membuat terang perkara ini,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Selasa, 16 September.

Meski begitu, Budi bilang, pemeriksaan terhadap Yassierly tak akan sembarangan dilakukan penyidik. “Tentu sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Lebih lanjut, KPK memastikan pengusutan dugaan pemerasan ini masih berlangsung. “Penyidik masih terus melakukan pemeriksaan para saksi,” ujar Budi.

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan 11 tersangka terkait dugaan pemerasan pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penetapan ini diawali operasi tangkap tangan (OTT) yang menjaring 14 orang, termasuk Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer.

Berikut adalah daftar tersangka yang ditetapkan KPK:

1. Irvian Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025;

2. Gerry Aditya Herwanto Putra selaku Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022 hingga sekarang;

3. Subhan selaku Sub Koordinator Keselamatan Kerja Dit. Bina K3 tahun 2020-2025;

4. Anitasari Kusumawati selaku Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020 hingga sekarang;

5. Immanuel Ebenezer Gerungan selaku Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI tahun 2024-2029;

6. Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025 sampai sekarang;

7. Hery Sutanto selaku Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021-Februari 2025;

8. Sekarsari Kartika Putri selaku sub-koordinator;

9. Supriadi selaku koordinator;

10. Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia; dan

11. Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia.

Penetapan tersangka ini diawali dengan pemeriksaan intensif dan ditemukan dua alat bukti setelah operasi senyap dilaksanakan. Diduga pemerasan ini sudah terjadi sejak lama.

Dalam kasus ini, KPK sudah menyita puluhan kendaraan. Tiga di antaranya adalah mobil bermerk Mercedes Benz, BAIC, dan Land Cruiser berasal dari tangan Immanuel Ebenezer.

Mobil ini diketahui sempat dipindahkan dari rumah dinas Immanuel Ebenezer usai operasi senyap dilakukan. Belakangan, kendaraan itu diserahkan ke komisi antirasuah.