Kebagian Kue Rp200 T dari Pemerintah, BSI Fokus ke Sektor Produktif dan Sosial

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) turut menyampaikan apresiasi atas langkah cepat pemerintah dalam mengalokasikan dana sebesar Rp200 triliun ke sektor perbankan.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Anggoro Eko Cahyo menyampaikan bahwa kebijakan ini dapat meredam tekanan likuiditas yang timbul akibat dampak geopolitik global.

Adapun, BSI memperoleh alokasi dana sebesar Rp10 triliun dari program tersebut. Anggoro menjelaskan, dana ini akan memperkuat Financing to Deposit Ratio (FDR) perseroan, sekaligus mendorong peningkatan pembiayaan ke sektor riil.

"Bagi BSI yang memperoleh alokasi dana Rp10 triliun dari program ini, tentunya akan memperkuat Financing to Deposit Ratio (FDR) Perseroan sehingga dapat meningkatkan pembiayaan ke sektor riil," ujarnya kepada VOI, Senin, 15 September.

Selain itu, ia juga menyoroti penetapan imbal hasil sebesar 80,476 persen dari BI 7-Day Reverse Repo Rate yang diharapkan dapat menurunkan imbal hasil dana kelembagaan pemerintah di bank lain sehingga akan berdampak pada penurunan margin pembiayaan secara keseluruhan.

Anggoro menyampaikan sebagai bank syariah yang mendukung program-program pemerintah seperti Koperasi Desa Merah Putih, penyaluran rumah subsidi, serta program Makan Bergizi Gratis, bahwa dana yang diterima akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan produktif.

Menurutnya langkah ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Sejauh ini kinerja BSI solid dan sustain. Hingga Juli 2025, BSI masih dapat menumbuhkan pembiayaan dobel digit,” pungkas Anggoro.