Rumah Sahroni Dipasang Garis Polisi Usai Dijarah
JAKARTA - Pagar depan rumah anggota DPR RI nonaktif Ahmad Sahroni sudah dipasang garis polisi. Beberapa garis kuning melintang di area pagar depan rumah tersebut pada Kamis, 4 September 2025.
Menurut Mahmud (39) warga setempat, tidak ada aktifitas apapun di rumah Ahmad Sahroni setelah terjadi insiden penyerangan dan penjarahan.
"Kalau untuk aktifitas belum ada sementara," katanya kepada VOI di lokasi.
Mahmud menyebutkan, ratusan massa yang menyerang Jalan Swasembada Timur 22, Kecamatan Tanjung Priok, hanya menyasar ke rumah Ahmad Sahroni pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
"Tidak ada rumah warga yang diserang, hanya rumah Ahmad Sahroni saja," ujarnya.
Mahmud mengatakan, penjagaan ini merupakan atensi dari pengurus RT setempat untuk mengantisipasi adanya aksi penyerangan susulan.
Baca juga:
- Pemuda 22 Tahun Kembalikan Kasur Jarahan Milik Uya Kuya
- Ucapan Terima Kasih dari Massa saat Menjarah Rumah Eko Patrio: "Pak Dewan yang Baik, Terima Kasih Yaa"
- Depan Gedung DPR RI Hujan, Massa Kian Membludak Melompati Pagar Tol Gatot Subroto
- Sebelum Ditemukan Tewas, KCP Bank Pelat Merah di Cempaka Mas Meeting offline di Pasar Rebo
"Antisipasi demonstran melonjak lagi, biar tidak ada kejadian kedua kali lah," ujarnya.
Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan tujuh tersangka kasus penyebaran konten provokasi melalui media sosial terkait aksi unjuk rasa yang berujung ricuh.
Satu di antaranya mengajak masyarakat menjarah rumah anggota DPR RI nonaktif Ahmad Sahroni hingga Ketua DPR RI Puan Maharani.
"Kami telah menerima 5 laporan polisi yang kemudian kami tindak lanjuti dengan melakukan penangkapan terhadap 7 orang tersangka," ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji dikutip Kamis, 4 September.