Diterpa Isu Meninggal, Trump: Agak Gila, Itu Cukup Serius

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump menanggapi rumor viral di media sosial tentang kematiannya. Trump mengaku tidak menyadari adanya laporan palsu yang beredar di media sosial saat ia tidak muncul di depan publik dalam beberapa hari terakhir.

"Saya tidak mendengarnya," kata presiden AS setelah seorang reporter menanyakan isu tersebut dalam konferensi pers di Gedung Putih dilansir ABC, Rabu, 3 September.

"Itu cukup serius,” kata Trump.

Dalam contoh lain konspirasi palsu yang menyebar cepat di media sosial — dibantu oleh algoritma yang mengutamakan histeria daripada akurasi — tagar seperti #trumpdead dan #whereistrump mulai menjadi tren selama akhir pekan panjang Hari Buruh di Amerika.

Teori tak berdasar Trump dikabarkan meninggal dipicu oleh ketidakhadirannya selama seminggu dari kegiatan publik dan foto-foto terbaru tangannya yang memar dan pergelangan kakinya yang bengkak.

Beberapa unggahan yang berspekulasi tentang kesehatannya telah ditonton lebih dari satu juta kali.

Gubernur Illinois JB Pritzker bahkan menanggapi unggahan kritis dari Trump dengan mengatakan: "Mengapa Anda tidak mengirimkan bukti kehidupan kepada semua orang terlebih dahulu?" Tulisannya di-retweet lebih dari 6.000 kali.

Pada Selasa, Trump mengatakan dirinya tahu orang-orang telah berspekulasi tentang kesehatannya.

Namun setelah seorang reporter Fox News bertanya kepadanya: "Bagaimana Anda tahu di akhir pekan bahwa Anda telah meninggal?" Trump mengatakan ia "tidak mendengarnya sampai sejauh itu".

"Saya sudah mendengarnya. Agak gila, tapi minggu lalu saya mengadakan banyak konferensi pers, semuanya sukses," kata Trump.

"Lalu saya tidak melakukannya selama dua hari dan mereka berkata, 'Pasti ada yang salah dengannya’,” sambungnya.

Trump mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan rencana pemindahan markas besar pasukan militer luar angkasa AS, Komando Luar Angkasa, dari Colorado ke Alabama. Ia tidak ditanyai lebih lanjut tentang kesehatannya.

Pada Juli, Gedung Putih mengatakan ia telah didiagnosis menderita insufisiensi vena kronis (CVI), kondisi di mana pembuluh darah vena yang melemah di kaki seseorang tidak dapat memompa darah kembali ke jantung secara efektif.

Kondisi ini tidak dianggap sebagai ancaman kesehatan yang serius, tetapi dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, perubahan kulit, dan varises.