Intip Cerita Aurelie Moeremans dalam 5 Potret, Tolak Gabung Parpol dengan Tawaran Gaji Ratusan Juta

YOGYAKARTA – Baru-baru ini Aurelie Moeremans secara terbuka mengungkapkan bahwa sering mendapat tawaran untuk gabung parpol (partai politik). Santer juga dibicarakan bahwa banyak rekrutmen selebritas untuk banting stir dari dunia entertainment lalu duduk di kursi legislatif. Tawaran pada Aurelie Moeremans enggak main-main, ia diiming-imingi gaji ratusan juga, tapi ia menolak. Penasaran alasan Aurelie Moeremans Bigenho menolak tawaran gabung parpol yang digaji ratusan juta? Cek ceritanya berikut.

Potret dan cerita Aurelie Moeremans tolak tawaran gabung parpol (Sumber: tangkap layar Instagram/@aurelie)

Aurelie menolak karena merasa tidak memiliki latar belakang politik dan merasa perlu persiapan yang memadai. Pemeran dan penyanyi yang lahir di Brussels ini dan berstatus WNI ini, sekarang tinggal bersama suami di California.

Potret dan cerita Aurelie Moeremans tolak tawaran gabung parpol (Sumber: tangkap layar Instagram/@aurelie)

Aurelie mengaku bersyukur menolak masuk partai politik apapun. Ia buka-bukaan dengan alasan kenapa menolak. Pertama ditawari pada tahun 2016. Tawaran lewat seorang aktris senior dan dikenalkan pada orang partai. Setiap bulan gaji bisa ratusan juta, tetapi ia harus mengorbankan diri menjadi boneka lantaran hanya bertugas meramaikan acara, apa yang harus dibicarakan sudah disiapkan teksnya.

Tutur Aurelie, “Aku kaya boneka doang dong, dikasih suruh ngapalin script. Akhirnya aku tolak. Terus ditawarin beberapa kali sama orang-orang yang berbeda”.

Potret dan cerita Aurelie Moeremans tolak tawaran gabung parpol (Sumber: tangkap layar Instagram/@aurelie)

Aurelie Moeremans merasa, jabatan politik harusnya diisi oleh orang yang kompeten. Bukan hanya sekadar figur terkenal. Oleh karena alasan ini, tawaran terjun ke dunia politik ditolak Aurelie.

Potret dan cerita Aurelie Moeremans tolak tawaran gabung parpol (Sumber: tangkap layar Instagram/@aurelie)

Selain itu, Aurelie juga merasa tidak mengerti politik. Bujukan orang yang memberi tawaran lewat cerita Aurelie “Kenapa? Semua orang itu berpolitik. Kamu bisa lima bahasa itu bisa kepake banget..apalagi kalau meeting sama orang dari luar negeri”. Terang saja, Aurelie bisa berbahasa Prancis, Inggris, Belanda, dan Jerman. Bahasa tersebut ia pelajari saat masa kecil hingga besar tinggal di Belgia. Meski banyak syuting dan baru menempuh pendidikan sampai sekolah menengah atas, Aurelie juga pernah belajar bahasa Latin dan Yunani.

Potret dan cerita Aurelie Moeremans tolak tawaran gabung parpol (Sumber: tangkap layar Instagram/@aurelie)

Enggak kok, banyak yang enggak kuliah tapi berhasil-berhasil aja di sini”, bujuk orang yang memberi tawaran Aurelie gabung parpol. Tawaran ini sekalian memberikan arahan, meminta langsung kuliah S2 dan S1 bisa didapat dengan mengikuti arahan “bos”, jelas Aurelie.

Lewat arahan yang ditolak, Aurelie Moeremans mengutarakan pikiran kritisnya. Tuturnya, “Kalau kuliah bisa tidak mengikuti aturan seperti itu, apalagi aturan yang lain. Dari pengalaman aku aja nih, sudah pasti ada masalah besar di sistem. Ya, harus diubah. Tapi karena belum tahu kapan akan diubah, harapan aku,...menerima tawaran jangan hanya karena gajinya gede banget tetapi harus yakin kalau kamu bisa membikin Indonesia lebih baik lagi.”