Seorang Remaja Dihukum karena Mendukung Teror Konser Taylor Swift di Wina
JAKARTA - Taylor Swift punya banyak catatan baik untuk Tur Eras-nya, yang berlangsung antara Maret 2023 hingga Desember 2024.
Namun di balik itu, terdapat tiga pertunjukan yang dibatalkan di Wina, Austria pada Agustus 2024, setelah muncul teror yang berhasil digagalkan pihak keamanan setempat.
Kabar terbaru, seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun telah dihukum di Jerman karena dukungannya terhadap teror tersebut.
Berdasarkan undang privasi Jerman, remaja tersebut dihukum karena mempersiapkan tindakan kekerasan serius dan mendukung tindakan kekerasan teroris di luar negeri.
Adapun, dakwaan diajukan pada Juni lalu, dan putusan hukuman percobaan 18 bulan dijatuhkan pada Selasa, 26 Agustus kemarin lusa.
Persidangannya sendiri berlangsung secara tertutup karena terdakwa masih di bawah umur, di mana ia dikatakan telah memberikan pengakuan yang komprehensif.
Terdakwa, saat masih berusia 14 tahun, adalah warga negara Suriah yang telah mendukung ideologi kelompok ISIS.
Baca juga:
Pada pertengahan Juli hingga Agustus 2024, ia menghubungi pria di Austria melalui media sosial yang telah merencanakan serangan terhadap salah satu konser Taylor Swift untuk Tur Eras di Wina.
Terdakwa juga mengirimkan video berisi instruksi untuk merakit bom kepada pria tersebut dan juga mengatur kontak dengan seorang anggota ISIS.
Sebelumnya, Swift mengomentari pembatalan tersebut dengan menyebut para peneror telah menghancurkan pertunjukan, sambil menyatakan terima kasihnya kepada pihak berwenang karena semua orang terselamatkan.
Adapun, tersangka utama ditangkap di Ternitz, selatan Wina, setelah mendapat informasi dari CIA. Orang kedua juga ditangkap di ibu kota Austria sekitar waktu yang sama, diikuti oleh tersangka ketiga beberapa hari kemudian.