Kementerian PU Kebut Penyelesaian 65 Sekolah Rakyat Tahap 1C untuk Difungsikan Awal September

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap 1C sebagai bagian dari tahap pertama program. Upaya tersebut bertujuan memastikan fasilitas pendidikan dapat digunakan pada awal tahun ajaran 2025/2026.

Program SR merupakan bagian dari upaya pemerintah menyediakan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sesuai arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat itu adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia unggul.

"Berkolaborasi bersama Kementerian Sosial, Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas agar dapat segera digunakan pada tahun ajaran 2025/2026," ujar Dody dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 23 Agustus.

Dia menjelaskan, tahap 1 pembangunan Sekolah Rakyat terbagi menjadi tiga bagian. Tahap 1A sebanyak 63 lokasi sudah beroperasi sejak 14 Juli 2025, disusul Tahap 1B dengan 37 lokasi yang mulai fungsional pada 31 Juli 2025.

Sementara itu, Tahap 1C mencakup 65 lokasi yang saat ini sedang dikebut penyelesaiannya. Dengan demikian, total pembangunan pada Tahap 1 mencapai 165 Sekolah Rakyat.

Dari 65 lokasi Tahap 1C, sebanyak 63 dibangun dengan dukungan APBN dan dua lokasi lainnya menggunakan APBD. Secara keseluruhan, Tahap 1C menyiapkan 248 rombongan belajar dengan kapasitas 6.190 siswa, mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA. 

Dody menyebut, pelaksanaan pembangunan SR Tahap 1C berjalan sesuai rencana dan menunjukkan progres signifikan.

"Dari sisi pelaksanaan konstruksi, progres fisik menunjukkan capaian positif. Ditargetkan, SR Tahap 1C sudah dapat beroperasi pada awal September 2025," katanya.

Menurut Dody, beberapa lokasi SR bahkan telah mencapai progres lebih dari 90 persen, seperti BLK Subulussalam, BLK Bireuen dan Gedung Eks SMP Unggul di Pidie Jaya, Aceh.

Adapun lingkup pekerjaan pada Tahap 1C meliputi renovasi ringan hingga sedang. Termasuk, perbaikan ruang kelas; asrama; laboratorium; ruang administrasi; pengecatan gedung; pemasangan instalasi listrik dan air; serta pengadaan meubelair.

"Program Sekolah Rakyat diharapkan akan menjadi pilar penting dalam pemerataan pendidikan sekaligus pengentasan kemiskinan," imbuh Dody.

 

Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Maluku Utara/DOK FOTO Kementerian PU