Kalashnikov Pasok Militer Rusia dengan Drone Intai Berdaya Tahan hingga 20 Hari

JAKARTA - Militer Rusia mendapatkan pasokan drone baru yang sudah mendapatkan peningkatan daya tahan, sehingga memungkinkan pengintaian berhari-hari.

Direktur Ekspor Drone dan Amunisi Loitering Kalashnikov Group Leonid Rokeakh mengatakan, pihaknya memasok pasukan Rusia dengan drone Kvazimachta berdaya tahan 20 hari yang telah ditingkatkan di area operasi militer khusus.

"Hingga 500 jam (kemampuan drone untuk tetap di udara). Ya, drone ini dapat beroperasi selama itu. Biasanya, tidak diperlukan operasi berkelanjutan seperti itu," katanya kepada TASS seperti dikutip 20 Agustus.

"Biasanya, drone ini beroperasi selama 24 jam. Artinya, drone ini melayang di udara, lalu operator menurunkannya untuk memeriksa apakah semuanya baik-baik saja dan apakah generator dieselnya dapat diganti atau dilakukan perawatan lain," urainya seraya menjelaskan drone tersebut digunakan dalam operasi militer khusus di Ukraina.

Lebih jauh ia mengatakan, drone ini selalu aktif, diberi daya dan datanya ditransmisikan melalui kabel. Drone ini ditugaskan untuk melindungi perimeter atau lokasi.

Selain untuk kepentingan militer, sistem ini juga dapat digunakan untuk keperluan sipil, misalnya, untuk pemantauan selama acara massal, kata Rokeakh.

Sistem pengangkat peralatan Kvazimachta dirancang untuk pengoperasian jangka panjang peralatan radio-elektronik (muatan) pada platform penerbangan daya angkat tinggi yang merupakan wahana udara nirawak tipe helikopter.

Drone pengintai Kvazimachta menyediakan pengawasan video 24 jam dalam pita optik dan inframerah, dengan transmisi data waktu nyata ke terminal darat, serta memastikan pendaratan yang aman jika terjadi kegagalan daya dari sumber darat.