PM Israel Makin Marah ke PM Australia: Rekam Jejaknya akan Selamanya Ternoda

JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis kembali meluapkan kemarahannya terhadap Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese gara-gara keputusan Australia mengakui negara Palestina. Netanyahu menyebut rekam jejak Albanese tercoreng selamanya.

Hubungan diplomatik antara Australia dan Israel telah memburuk sejak pemerintahan Buruh sayap kiri-tengah Albanese pekan lalu mengumumkan akan mengakui negara Palestina secara bersyarat, menyusul langkah serupa yang diambil oleh Prancis, Inggris, dan Kanada.

Keputusan tersebut mendorong Netanyahu untuk ‘menyerang’ pribadi Albanese. PM Israel kembali mengecamnya dalam wawancara yang akan disiarkan di Sky News Australia.

"Saya pikir rekam jejaknya akan selamanya ternoda oleh kelemahan yang ia tunjukkan dalam menghadapi monster teroris Hamas ini," kata Netanyahu dilansir Reuters, Kamis, 21 Agustus.

Sebelumnya, Netanyahu menyebut Albanese sebagai politikus lemah yang mengkhianati Israel dan menelantarkan kaum Yahudi Australia.

Sky News Australia merilis pernyataan tersebut sebelum siaran wawancara lengkap pada Kamis pukul 20.00 waktu setempat.

Albanese pada Rabu merespons santai kritik Netanyahu, dengan mengatakan ia tidak menanggapi hal ni secara pribadi. Albanese menegaskan dirinya memperlakukan para pemimpin negara lain dengan hormat.

Pekan lalu, Albanese mengatakan Perdana Menteri Israel "menyangkal" situasi kemanusiaan di Gaza, di mana PBB telah memperingatkan risiko kelaparan yang meluas dan tekanan internasional yang semakin meningkat agar Israel mengizinkan bantuan tanpa batas masuk ke wilayah tersebut.

Dewan Eksekutif Yahudi Australia, dalam surat terpisah yang dikirimkan pada Rabu kepada kedua pemimpin, mendesak mereka untuk membahas perbedaan melalui diplomasi, alih-alih berpura-pura di depan umum.

"Kami menulis untuk mengungkapkan kekecewaan dan keprihatinan mendalam kami atas 'perang kata-kata' baru-baru ini," demikian isi surat tersebut.

"Jika ada hal-hal yang perlu disampaikan secara terbuka, hal itu harus disampaikan dengan menggunakan bahasa yang terukur dan pantas, sesuai dengan para pemimpin nasional. Australia dan Israel adalah negara demokrasi yang matang dan pemerintah mereka perlu bertindak sesuai dengan itu," kata dewan tersebut.

Israel pekan ini mencabut visa diplomat Australia untuk Otoritas Palestina setelah pemerintah Albanese membatalkan visa seorang anggota parlemen Israel atas pernyataan yang dianggap kontroversial dan provokatif.