FSB Gagalkan Serangan Agen Ukraina Terhadap Pejabat Tinggi Pertahanan Rusia di Moskow
JAKARTA - Operator dari Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) berhasil menggagalkan serangan teroris yang menargetkan seorang pejabat tinggi Kementerian Pertahanan.
Tersangka, yang berusaha membunuh pejabat tersebut dengan meledakkan bahan peledak di dalam mobil yang diparkir, telah ditahan, ungkap Pusat Hubungan Masyarakat FSB.
"Dinas Keamanan Federal Rusia telah menahan seorang warga negara Rusia dan Ukraina kelahiran 1989 yang merencanakan serangan teror di Wilayah Moskow," ungkap pusat tersebut, melansir TASS 12 Agustus.
FSB mencatat, "seorang agen layanan khusus Ukraina, dengan nama sandi Raven, yang direkrut di negara ketiga, telah ditangkap."
Dijelaskan, atas instruksi dari perekrutnya di layanan pesan Telegram, ia membuat alat peledak rakitan dan menyembunyikannya di dalam kendaraan yang dibeli dengan uang yang diterima dari musuh.
Kemudian, mobil yang berisi lebih dari 60 kilogram bahan peledak itu, seharusnya diparkir di lokasi tertentu dan diledakkan ketika seorang pejabat tinggi militer Rusia mendekatinya.
Namun, rencanna tersebut berhasil digagalkan dengan tersangka ditangkap di jalan tol M-4 dalam perjalanan menuju lokasi potensi kejahatan.
"Selama pemeriksaan, (tersangka) mengaku bekerja sama dengan dinas khusus musuh. Ia mengatakan, sebagai imbalan atas tindakan teroris tersebut, ia akan diizinkan kembali ke negara asalnya dan tidak akan dimobilisasi menjadi tentara Ukraina," demikian pernyataan layanan pers FSB.
Baca juga:
- Laporan PBB Temukan Bukti Penyiksaan Sistematis yang Dilakukan Pasukan Myanmar
- Turki Tidak akan Membiarkan Netanyahu Menjerumuskan Kawasan ke dalam Bencana yang Lebih Besar
- 26 Pemimpin Uni Eropa Tegaskan Ukraina Harus Memiliki Kebebasan untuk Menentukan Masa Depannya
- Blinken Nilai Mengakhiri Konflik dan Menyelamatkan Sandera Lebih Mendesak dari Pengakuan Negara Palestina
Departemen investigasi direktorat FSB untuk Wilayah Rostov telah mengajukan tuntutan pidana berupa pengkhianatan tingkat tinggi dan perdagangan gelap serta pembuatan bahan peledak.
FSB menambahkan, mengingat total kejahatan yang dilakukan, tersangka dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup.