Arne Slot Redakan Situasi soal Gangguan Penghormatan untuk Diogo Jota: Tidak Ada Niat Buruk

JAKARTA - Pelatih kepala Liverpool, Arne Slot, mengecilkan gangguan yang dilakukan suporter Crystal Palace saat mengheningkan cipta untuk mengenang Diogo Jota sebelum sepak mula Community Shield di Wembley.

Penghormatan diberikan kepada mantan penyerang Liverpool, Diogo Jota, yang meninggal dunia dalam kecelakaan mobil bersama saudaranya, Andre Silva bulan lalu.

Penghormatan diberikan dengan meletakkan karangan bunga di lapangan dan mengheningkan cipta sebelum kick-off.

Sebagian kecil suporter Palace memecah keheningan, memicu reaksi keras di sisi lapangan lainnya. Pendukung Palace lainnya mencoba membungkam mereka yang tidak menghormati penghormatan tersebut.

"Saya rasa ini tidak direncanakan, atau bahwa ini adalah ide dari suporter yang membuat keributan. Mungkin dia tidak menyadari fakta bahwa itu adalah momen mengheningkan cipta."

"Dia masih bahagia dan mencoba menyemangati timnya. Saya pikir para suporter Palace berusaha menenangkan orang-orang itu. Jadi, saya rasa dia tidak punya niat buruk dari orang-orang yang membuat keributan itu."

"Mereka mencoba menenangkannya, tapi itu juga agak berisik. Lalu, suporter kami bereaksi. Jadi, saya rasa tidak ada niat buruk di balik itu."

"Para suporter Crystal Palace dan di seluruh dunia sangat menghormati Diogo dan Andre. Saya pikir, sebuah kesialan atau, saya tidak bisa menemukan kata yang tepat, tapi saya rasa tidak ada niat buruk di dalamnya."

"Kita lihat saja Sabtu, 16 Agustus 2025, ketika Bournemouth datang ke stadion kami, seberapa hormatnya hal itu akan terjadi."

"Itu (insiden Jota) juga lima minggu yang lalu, jadi mungkin itu sebabnya mungkin suporter ini yang begitu senang mereka berada di Community Shield, langsung lupa sedetik kemudian," kata Arne Slot.

Para suporter Liverpool sebelumnya memberikan penghormatan terakhir mereka dengan membawakan lagu You'll Never Walk Alone yang meriah saat karangan bunga dibawa keluar, mengibarkan spanduk putih bertuliskan 'Diogo J' yang menampilkan gambar sang penyerang dan nomor punggung 20.

Pencetak gol terbanyak klub, Ian Rush, Chairman Crystal Palace, Steve Parish, dan Presiden FA, Debbie Hewitt, meletakkan karangan bunga di tribun Liverpool, sementara para suporter dari kedua tim menunjukkan rasa hormat mereka dengan tepuk tangan meriah saat foto kedua bersaudara itu ditampilkan di layar lebar di dalam stadion.