Kerahkan 800 Personel Garda Nasional ke Washington, Presiden Trump: Ibu Kota Dikuasai Geng dan Penjahat
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Hari Senin mengumumkan pengerahan 800 pasukan Garda Nasional ke Washington D.C, mengambil alih untuk sementara kepolisian setempat, langkah dinilainya penting untuk menyelamatkan ibu kota.
Presiden Trump menggambarkan tindakannya diperlukan untuk "menyelamatkan" Washington dari gelombang pelanggaran hukum yang konon terjadi. Statistik menunjukkan kejahatan dengan kekerasan melonjak pada tahun 2023, tetapi telah menurun drastis sejak saat itu.
"Ibu kota kita telah dikuasai oleh geng-geng kekerasan dan penjahat haus darah," kata Presiden Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, melansir Reuters 12 Agustus.
Ini adalah kedua kalinya pada musim panas ini presiden dari Partai Republik tersebut mengerahkan pasukan ke kota yang diperintah oleh Partai Demokrat.
Sebelumnya, sidang federal dimulai pada Hari Senin di San Francisco untuk membahas apakah Presiden Trump melanggar hukum AS dengan mengerahkan pasukan Garda Nasional ke Los Angeles pada Bulan Juni tanpa persetujuan Gubernur California Gavin Newsom.
Presiden Trump mengisyaratkan kota-kota besar AS lainnya dengan kepemimpinan Demokrat bisa menjadi sasaran berikutnya, termasuk Chicago, kota yang telah lama dilanda kejahatan kekerasan, meskipun angkanya menurun secara signifikan pada paruh pertama tahun ini.
"Jika perlu, kami akan melakukan hal yang sama di Chicago, yang merupakan bencana," kata Presiden Trump di Gedung Putih, seraya menambahkan, "Semoga L.A. memperhatikan."
Selama kampanye pemilihan Trump, platform hukum dan ketertibannya sering kali bernuansa rasial. Ia menyoroti kota-kota mayoritas Demokrat seperti Baltimore, Chicago dan Washington - semua kota dengan populasi kulit hitam yang besar - ketika berbicara tentang kejahatan yang merajalela di wilayah perkotaan.
Ratusan petugas dan agen dari lebih dari selusin lembaga federal telah dikerahkan di seluruh Washington dalam beberapa hari terakhir. Jaksa Agung Pam Bondi akan mengawasi kepolisian, kata Presiden Trump.
Sementara itu, US Army mengatakan pasukan Garda Nasional akan melaksanakan sejumlah tugas, termasuk "administrasi, logistik, dan kehadiran fisik untuk mendukung penegakan hukum." Antara 100 dan 200 pasukan akan mendukung penegakan hukum pada waktu tertentu.
Terpisah, Wali Kota Washington dari Partai Demokrat Muriel Bowser telah membantah klaim Presiden Trump tentang kekerasan yang tidak terkendali, dengan mencatat kejahatan kekerasan mencapai level terendah dalam lebih dari tiga dekade tahun lalu.
Kejahatan kekerasan, termasuk pembunuhan, melonjak pada tahun 2023, menjadikan Washington salah satu kota paling mematikan di negara ini. Namun, kejahatan kekerasan turun 35 persen pada tahun 2024, menurut data federal, dan telah turun lagi sebesar 26 persen dalam tujuh bulan pertama tahun 2025, menurut kepolisian kota.
Wali Kota Bowser menyampaikan nada diplomatis dalam sebuah konferensi pers, mengatakan ia dan anggota pemerintahannya lainnya akan bekerja sama dengan pemerintah federal, meskipun ia kembali menolak klaim Presiden Trump tentang kejahatan yang meluas.
Meskipun Wali Kota Bowser mengatakan undang-undang tersebut tampaknya memberi presiden kekuasaan yang luas untuk mengambil kendali sementara atas kepolisian, jaksa agung kota, Brian Schwalb, sebelumnya menyebut tindakan Presiden Trump "melanggar hukum" dan mengatakan kantornya "mempertimbangkan semua pilihan kami."
Selama seminggu terakhir, Trump telah mengintensifkan pesannya, mengisyaratkan Ia mungkin akan mencoba mencabut otonomi lokal kota tersebut dan menerapkan pengambilalihan penuh oleh pemerintah federal.
Diketahui, Distrik Columbia beroperasi di bawah Undang-Undang Home Rule, yang memberikan wewenang tertinggi kepada Kongres, tetapi memungkinkan penduduk untuk memilih wali kota dan dewan kota.
Presiden Trump pada Hari Senin menerapkan bagian dari undang-undang tersebut yang memungkinkan presiden untuk mengambil alih kepolisian selama 30 hari ketika kondisi "darurat" terjadi. Presiden Trump mengatakan ia mendeklarasikan "darurat keamanan publik" di kota tersebut.
Baca juga:
- Presiden Zelensky Sebut Tidak Ada Tanda-tanda Rusia Siap untuk Perdamaian
- Kepala UNRWA Sebut Tentara Israel Terus Berusaha Membungkam Suara yang Melaporkan Kekejaman di Gaza
- Presiden Macron Usulkan Misi PBB untuk Menstabilkan Jalur Gaza
- Aktivitas Greta Thunberg akan Kembali Berlayar ke Gaza Akhir Bulan Ini
Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) Trump sendiri sedang memangkas dana keamanan untuk Wilayah Ibu Kota Nasional (National Capital Region), sebuah wilayah yang mencakup Washington D.C. dan sebagian Maryland serta Virginia. Wilayah tersebut akan menerima 20 juta dolar AS lebih sedikit tahun ini dari dana keamanan perkotaan federal, yang berarti pemotongan sebesar 44 persen dari tahun ke tahun.
Presiden AS memiliki wewenang luas atas 2.700 anggota Garda Nasional D.C, tidak seperti di negara bagian di mana gubernur biasanya memegang wewenang untuk mengaktifkan pasukan.
Pasukan Garda Nasional telah dikirim ke Washington berkali-kali, termasuk sebagai respons atas serangan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol AS oleh pendukung Trump, dan selama protes tahun 2020 atas kebrutalan polisi.