Sebut PNBP ESDM Capai Rp138,8 Triliun, Menteri Bahlil: Realisasi Sudah 54,5 Persen
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM sepanjang semester I tercatat sebesar Rp138,8 triliun atau 54,5 persen dari target Rp254,5 triliun.
Bahlil merinci, capaian tersebut terdiri dari minyak dan gas bumi sebesar Rp57,3 triliun, mineral dan batu bara sebesar Rp74,2 triliun, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) sebesar Rp1,09 triliun, dan lainnya Rp6,2 triliun.
"Jadi sudah realisasi 54,5 persen," ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Semester I Kementerian ESDM, Senin, 11 Agustus.
Bahlil mengatakan, dirinya juga sudah diwanti-wanti oleh Presiden Prabowo Subianto agar penerimaaan negara dari sektor energi dan sumber daya mineral tidak mengalami penurunan. Untuk itu, lanjut dia, Kementerian ESDM terus melakukan berbagai langkah untuk memenuhi arahan tersebut.
"Bapak Presiden memberikan target kepada kami, jangan sampai PNBP turun," sambung Bahlil.
Menurut Bahlil, target setoran PNBP terus dikejar Kementerian ESDM meski harga miny dan komoditas seperti batu bara tengah merosot.
"Bayangkan di tengah gejolak harga minyak turun, harga komoditas batu bara turun tapi kami harus berusaha tetap untuk mencapai Rp254,5 triliun rupiah. Dan ini adalah target yang diberikan oleh Bapak Presiden," sambung Bahlil.
Baca juga:
Mantan Menteri Investasi/Kepala BKPM ini mengatakan, PNBP dari sektor ESDM menyumbangkan setidaknya 10 hingga 12 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kontribusi ini, kata Bahlil, belum termasuk Pajak PPh Badan yang bergerak di sektor migas.
"Itu PNBP tok. Jadi ESDM ini salah satu kunci dari negara bisa mencapatkan pendapatan dan sekaligus menjalankan amanah Pasal 33," tandas Bahlil.