Hari Ini, Gus Ipul Temui PPATK Usut Ratusan Ribu Penerima Bansos Main Judol
JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul akan menemui Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana pada Kamis 7 Agustus. Tujuannya untuk mendalami kasus dugaan sebanyak 600.000 rekening penerima bantuan sosial (bansos) digunakan buat bermain judi online (judol).
Isu ini menjadi heboh karena dana bansos yang seharusnya dimanfaatkan demi memenuhi kebutuhan hidup justru digunakan untuk bermain judol.
"Sekarang kami baru sampai pada yang 600.000 itu yang ditengarai penerima bansos ikut bermain judol," kata Gus Ipul di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 6 Agustus.
Gus Ipul menjelaskan dari 600.000 penerima bansos yang terindikasi main judol, sebanyak 228.000 di antaranya sudah tak menerima bantuan. Sementara 300.000 lebih lainnya masih dalam proses pendalaman.
Untuk itu, pertemuan Kemensos dengan PPATK menjadi penting untuk mendalami dan memverifikasi rekening-rekening penerima bansos yang terindikasi digunakan untuk judol.
Apabila para penerima menyalahgunakan dana bansos untuk bermain judi online, maka Kemensos akan mencabut penyaluran dana bantuan tersebut.
Baca juga:
Pemerintah, kata Gus Ipul, juga akan terus memperbaiki pendataan agar dana bansos sampai ke tangan mereka membutuhkan. Terlebih lagi, Presiden Prabowo Subianto telah tegas mengarahkan bahwa bansos harus tepat sasaran.
"Jadi insyaallah, ini saya mohon doa restunya saja, memang kita sedang menindaklanjuti Inpres Nomor 4 tahun 2025 tentang data yang akurat, sehingga bisa ke depan bansos benar-benar tepat sasaran," tutur Gus Ipul.