Ekspor Kopi Olahan RI Capai 661 Juta Dolar AS, Ini Lima Negara Tujuannya

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, ekspor kopi olahan Indonesia mencapai 661 juta dolar AS pada 2024, dengan volume sebanyak 196,8 ribu ton.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan, nilai ekspor pada tahun lalu itu juga mencatat peningkatan sebesar 4,39 persen jika dibandingkan nilai ekspor tahun lalu.

Adapun lima negara tujuan ekspor utama produk kopi olahan Indonesia adalah Filipina, Malaysia, Uni Emirate Arab (UAE), Thailand dan Rusia.

Selain itu, Faisol menyebut, pada ajang Specialty Coffee Expo 2025 lalu, kopi specialty dari Indonesia juga memiliki potensi transaksi cukup besar.

"Pada pameran bergengsi Specialty Coffee Expo 2025 di Amerika Serikat, kopi specialty dari berbagai daerah di Nusantara mencatatkan potensi transaksi 30 juta dolar AS," kata Faisol pada pembukaan acara Business Matching dan Pameran Produk Indonesia bertajuk "Specialty Indonesia 2025" di Gedung Kemenperin, Jakarta, Senin, 4 Agustus.

Faisol turut menyinggung soal beberapa jenis kopi Indonesia yang sudah mendapat sertifikasi. Hingga kini, tercatat ada 54 jenis kopi Indonesia yang sudah memiliki sertifikasi Indikasi Geografis (IG).

Dikatakan Faisol, berdasarkan Laporan Economics of Coffee 2024, Indonesia menempati peringkat ke‑4 produsen kopi dunia dengan kontribusi produksi sekitar 6,8 persen.

Peringkat Indonesia saat ini masih kalah dari Brasil yang ada pada posisi pertama, disusul Vietnam pada posisi kedua dan Kolombia pada peringkat ketiga.

Dari segi jenis produksi, saat ini Indonesia menghasilkan 27 persen kopi arabika dan 73 persen kopi robusta. Dari total produksi, 65 persen produksi kopi Indonesia diserap oleh industri nasional.

Sementara untuk konsumsi kopi Indonesia, saat ini tercatat mencapai 1,2 kg per kapita/tahun.