Apa yang Dikatakan Amorim sehingga Mbeumo Yakin Pindah ke Manchester United?

JAKARTA - Bryan Mbeumo mengungkapkan bahwa ia telah berbicara dengan beberpa manajer klub sebelum memutuskan pindah ke Manchester United.

Namun, dari hasil pembicaraan itu, ia menilai bahwa proyek Ruben Amorim di Old Trafford menjadi paling menarik.

Ujungnya, Mbeumo pun sepakat untuk pindah dari Brentford musim panas ini dengan nilai transfer hingga 71 juta pound. Dia menjadi rekrutan terbesar kedua Amorim setelah Matheus Cunha dari Wolverhampton Wanderers.

Menariknya, pemain asal Kamerun itu rela menolak prospek bermain di Liga Champions musim 2025/2026 hanya demi Manchester United. Ia bahkan sangat bersemangat dengan tantangan yang ada di depannya.

Situasi itu pun melahirkan tanda tanya tentang apa yang diungkapkan Amorim sehingga bisa meyakinkan Mbeumo.

"Saya berbicara dengan beberapa manajer lain karena saya ingin mendengar proyek mereka, tetapi proyek Manchester United sangat bagus untuk saya.

"Manchester United adalah klub besar. Saya pikir ini kesempatan yang bagus. Saya memilih proyek ini (Manchester United)."

"Saya rasa saya menyukai tantangan. Ada proyek yang sangat bagus di Manchester United dan saya ingin menjadi bagian darinya."

"Percakapan itu sangat bersahabat (dengan Amorim) dan konstruktif. Dia menjelaskan proyeknya kepada saya, apa yang ingin dia lakukan, dan saya langsung merasa cocok."

"Dia berkata bahwa di dalam Manchester United berisi orang-orang yang suka menang dan ingin menjadi tim terbaik. Tentu saja itulah yang akan coba dilakukan Manchester United," kata Mbeumo membeberkan perkataan Amorim.

Meskipun Manchester United selalu menjadi yang terdepan dalam perburuan Mbeumo, mereka menghadapi persaingan ketat dari Tottenham Hotspur.

The Red Devils bahkan dikabarkan sempat frustrasi dengan Brentford selama negosiasi setelah merasa mendorong Mbeumo ke Newcastle atau Spurs.

Para petinggi Manchester United juga merasa bahwa Brentford berulang kali mengubah banderol harga terhadap pemain berusia 25 tahun itu, yang menyebabkan saga transfer berlarut-larut dan membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk berakhir.

"Anda harus sabar dan berusaha untuk terus berpikir positif tentang segala hal. Saya jelas sedang berlibur. Jadi, saya hanya ingin beristirahat secara mental dan fisik."

"Jika itu akan terjadi, itu akan terjadi. Saya percaya kepada orang-orang saya. Saya yakin itu akan terjadi," kata Mbeumo mengingat waktu yang dihabiskannya menunggu kabar terbaru melalui telepon.

Sebelumnya, The Red Devils bersaing dengan Newcastle United dalam perekrutan Matheus Cunha. Namun, prosesnya tak sesulit ketika mereka mendekati Mbeumo.

Untungnya, Mbeumo direkrut tepat waktu sehingga bisa terbang menuju tur musim panas di Amerika Serikat.

Mbeumo belum melakukan debut di Manchester United, masih tertunda di pramusim Amerika Serikat.

Dia mungkin harus menunggu hingga pertandingan persahabatan melawan Fiorentina di Old Trafford seminggu sebelum musim Liga Inggris dimulai.

Dia memanfaatkan waktunya di Amerika Serikat untuk mengenal rekan-rekan setim barunya, termasuk mencari partner untuk bermain catur.

Dia biasanya bermain daring melawan pemain anonim yang tidak tahu bahwa mereka sedang melawan pesepak bola profesional.

"Saya dengar Josh (Zirkzee) bermain, jadi saya mungkin perlu melawannya dan membawa papan catur."

"Bermain daring itu anonim. Saya punya nama pengguna, Anda memilih nama panggilan dan bermain melawan orang-orang acak daring, dan saya menggunakan papan catur saya sendiri untuk melawan mereka."

"Catur, meskipun tidak fisik, membutuhkan banyak pemikiran. Saat bermain sepak bola, Anda juga harus berpikir."

"Bermain catur, Anda bisa melihat beberapa langkah ke depan karena ini adalah permainan strategi."

"Dalam sepak bola, Anda juga punya strategi sehingga Anda bisa menghubungkannya. Ada satu periode di mana saya benar-benar menyukainya."

"Saya menonton video di YouTube saat berlatih di aplikasi itu. Saya pikir bahkan untuk otak, itu sangat, sangat bagus."

"Kita bermain sepak bola hampir setiap hari, jadi terkadang kita tidak punya waktu untuk mengembangkan keterampilan lain. Saya suka kreativitas dan sebagainya," kata Mbeumo.

Kreativitas Mbeumo meluas hingga belajar sendiri cara bermain piano. Meskipun tampil di depan ribuan suporter setiap minggu di Liga Inggris, ia mengaku merasa gugup ketika bermain piano di depan orang lain.

"Piano sama sekali tidak ada hubungannya dengan sepak bola. Piano hanya membuat saya meluangkan waktu untuk diri sendiri dan bersantai di waktu luang. Saya tidak terlalu suka bermain di depan orang lain."

"Bahkan jika saya bermain di depan beberapa teman di rumah, saya tidak terlalu gemetar, tetapi rasanya agak sulit bagi saya," ujarnya lagi.