Trump Hantam Brasil dengan Tarif 50 Persen Plus Sanksi

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif sebesar 50% terhadap sebagian besar barang Brasil untuk melawan apa yang disebutnya "perburuan penyihir" terhadap mantan Presiden Jair Bolsonaro.

Tetapi tarif berat ini dikecualikan sektor-sektor seperti pesawat terbang, energi, dan jus jeruk.

Trump mengumumkan tarif dagang yang merupakan salah satu tarif terberat yang pernah dikenakan terhadap negara mana pun dalam perang dagang AS.

Pemerintahannya juga mengumumkan sanksi terhadap hakim agung Brasil yang telah mengawasi persidangan Bolsonaro atas tuduhan merencanakan kudeta.

"Alexandre de Moraes telah mengambil tanggung jawab untuk menjadi hakim dan juri dalam perburuan ilegal terhadap warga negara dan perusahaan AS dan Brasil," ujar Menteri Keuangan Scott Bessent dalam pernyataan dilansir Reuters, Kamis, 31 Jli.

Bessent mengatakan Moraes bertanggung jawab atas operasi penyensoran yang represif, penahanan sewenang-wenang yang melanggar hak asasi manusia, dan penuntutan yang dipolitisasi — termasuk terhadap mantan Presiden Jair Bolsonaro.

Pekan lalu, pengadilan Brasil mengeluarkan surat perintah penggeledahan dan perintah penahanan terhadap Bolsonaro atas tuduhan ia meminta campur tangan Trump dalam kasus pidananya, di mana ia dituduh berkomplot untuk menghentikan Presiden Luiz Inácio Lula da Silva menjabat pada tahun 2023.

Perintah tarif terakhir Trump dan sanksi tersebut menyusul perdebatan selama berminggu-minggu dengan Lula, yang menyamakan presiden AS tersebut, sekutu ideologis dekat Bolsonaro, dengan seorang "kaisar" yang tidak diinginkan.

Pada Rabu, Lula dan pemerintahannya mendukung Moraes, menyebut sanksi AS "tidak dapat diterima."

"Pemerintah Brasil menganggap penggunaan argumen politik untuk membela langkah-langkah perdagangan yang diumumkan oleh pemerintah AS terhadap ekspor Brasil tidak dapat dibenarkan," demikian pernyataan pemerintah Brasil.

Lula menegaskan Brasil bersedia menegosiasikan perdagangan dengan AS, tetapi tidak akan menyerah pada alat yang dimilikinya untuk membela diri, mengisyaratkan bahwa pembalasan mungkin saja terjadi.

Namun, perintah tarif Trump mengancam jika Brasil membalas, AS juga akan meningkatkan taruhannya.

Meskipun Trump berupaya menggunakan tarif untuk mengubah arah persidangan pidana yang krusial, berbagai pengecualian ini melegakan banyak orang di Brasilia.

"Kita tidak menghadapi skenario terburuk," ujar Menteri Keuangan Brasil Rogerio Ceron kepada para wartawan.

Tarif baru akan berlaku pada 6 Agustus, bukan pada hari Jumat seperti yang diumumkan Trump sebelumnya.

Perintah eksekutif Trump yang meresmikan tarif 50% mengecualikan puluhan ekspor utama Brasil ke Amerika Serikat, termasuk pesawat sipil, besi kasar, logam mulia, bubur kayu, energi, dan pupuk.