Curhat Penjual Barang Antik Komunitas Punk di Taman Pasar Puring, Barang Terbakar Rugi Puluhan Juta
JAKARTA – Di tengah puing-puing pasar yang menghitam dan bau asap yang masih menyengat, Ebeat (40) berdiri memandangi sisa-sisa kios tempat ia menggantungkan hidup. Pedagang kaset lawas dan kaos anak punk di Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan itu tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Dagangan yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun kini habis dilahap api.
“Ya lumayan, rugi sekitar Rp30-40 jutaan,” kata Ebeat, ANTARA, Selasa, 29 Juli 2025.
Ebeat, yang sudah akrab di kalangan pemburu barang antik dan komunitas punk, kehilangan semua yang ia miliki, seperti koleksi kaset lawas, kaos band, dan aksesori khas anak jalanan yang dulu menjadi ciri khas lapaknya.
Meski penghasilan harian kadang hanya Rp2 juta dari penjualan langsung dan daring, bagi Ebeat itu cukup untuk menghidupi keluarga.
Namun semuanya lenyap dalam semalam. Kebakaran yang terjadi Senin, 29 Juli, malam itu datang saat pasar sudah tutup sejak pukul 17.00 WIB. Ia mendengar informasi bahwa api berasal dari kios baju bekas yang tertutup.
“Kebakaran dari sini, yang kios tertutup. Dari toko baju, pakaian bekas gitu. Apinya dari sana itu doang,” ujarnya sambil menunjuk reruntuhan yang hangus.
Baca juga:
Lebih dari 550 kios di pasar itu ludes terbakar dalam kebakaran yang melahap sekitar 1.500 meter persegi area bangunan. Tak ada korban jiwa, namun kerugian total ditaksir mencapai Rp30 miliar.
Ebeat, yang akrab dengan pasang surut hidup jalanan, memilih pasrah atas musibah ini.
“Mau diapain lagi udah, udah jalannya. Pasrah juga kita,” ucapnya pelan.
Ia masih menaruh harapan kepada pemerintah, setidaknya agar ada bentuk bantuan atau kebijakan yang bisa membantunya memulai kembali.
Sementara itu, Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan 35 unit mobil pemadam dengan 118 personel serta dukungan suplai air dari Taman Langsat untuk menjinakkan api. Selain membakar kios dan barang dagangan, kebakaran juga menyebabkan empat tahanan Polsek Kebayoran Baru dipindahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan demi keamanan.
Pasar Taman Puring sendiri memiliki luas sekitar 2.000 meter persegi, dengan bangunan yang digunakan mencapai 1.500 meter persegi. Kini, pasar yang dikenal sebagai surga barang langka dan baju bekas itu berubah menjadi lautan puing-puing.
Bagi pedagang kecil seperti Ebeat, musibah ini bukan sekadar kehilangan barang, tapi juga kehilangan tempat berpijak. Sebuah ruang hidup yang selama ini menjadi saksi perjuangannya, kini tinggal kenangan.