Disuntik APBN, Sri Mulyani Tawarkan Kopdes Merah Putih Bunga Kredit 6 Persen

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah telah menyiapkan dana melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk modal Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Dia bilang modal pinjaman yang disiapkan pemerintah tersebut diambil dari saldo anggaran lebih (SAL). Dana tersebut memungkinkan bank pelat merah menyalurkan pinjaman koperasi dengan bunga rendah sebesar 6 persen, tenor enam tahun, dan masa tenggang antara enam hingga delapan bulan.

Adapun empat bank pelat merah yang ditunjuk sebagai penyalur yakni BRI, BNI, Mandiri dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

“Sehingga keempat bank ini memungkinkan untuk memberikan pinjaman ke koperasi desa kelurahan merah putih dengan suku bunga rendah 6 persen,” ujarnya dalam konferensi pers KSSK di kantor LPS, Jakarta, Senin, 28 Juli.

Namun, Sri Mulyani menegaskan, penyaluran pembiayaan kepada Kopdes Merah Putih tersebut harus tetap dilakukan secara hati-hati.

“Bank-bank tersebut tetap harus melakukan proper due diligence, sehingga pinjaman benar-benar digunakan untuk membangun ekonomi desa dan kelurahan,” katanya.

Tidak Ganggu DPK

Sri Mulyani memastikan modal Kopdes Merah Putih tidak akan mengganggu likuiditas perbankan. Sebab, anggaran yang digunakan untuk suntikan modal Kopdes Merah Putih bukan berasal dari dana pihak ketiga (DPK).

“Pendanaan yang di-support oleh pemerintah, kemarin termasuk yang kita menggunakan dana SAL kita yang ada di Bank Indonesia. Disalurkan melalui fasilitas pinjaman dari perbankan,” ujarnya.

Sri Mulyani menargetkan total modal untuk Kopdes Merah Putih mencapai Rp400 triliun, yang akan disalurkan kepada 80.000 unit koperasi seluruh desa di Indonesia.

“Ini untuk menjawab, apakah koperasi mengambil likuiditas dari DPK? Tidak, kita menempatkan dana di bank tersebut. Sehingga perbankan mendapatkan dana dan bahkan biaya penempatan dana ini relatif murah,” katanya.