Ketika Konser dan Festival Musik Jadi Zona Rawan Buat Selingkuh
JAKARTA - Dunia maya sedang geger dengan kasus CEO Astronomer, Andy Byron yang ketahuan berselingkuh dengan rekan kerjanya di konser Coldplay baru-baru ini. Adegan mesra Andy dan Kristin Cabot yang juga sudah ebrsuami pun terlanjur viral di dunia maya.
Konsekuensi besar tengah dihadapi keduanya. Sang CEO terancam pisah dengan istri dan harus memberikan sebagian besar hartanya. Siapa sangka, ajang konser justru memberi sanksi sosial yang teramat efektif.
Intrik Andy Byron ketahuan karena sorot kamera yang menyorot ke arah penonton. Kiss cam dan semacamnya sudah sangat lumrah di Amerika Serikat, termasuk di acara olahraga dan musik.
Lantas bagaimana sebenarnya peraturan yang berlaku di festival untuk menyebarluaskan video maupun foto para penontonnya? Apakah itu legal?
Di berbagai acara, pihak promotor biasanya sudah memberikan disclaimer jika kamera akan menyorot suasana venue termasuk reaksi penonton. Mereka yang hadir di acara harus mau menyetujui kemungkinan jika dirinya direkam dan disebarluaskan di internet.
Baca juga:
Di Indonesia sendiri peringatan semacam itu sudah lumayan umum dilakukan promotor konser atau festival musik. Kasus serupa Andy Byron juga telah beberapa kali terjadi, dengan dampak yang lebih minim karena sosok yang tak se-powerful Andy.
Ada kemungkinan penonton yang wajahnya tersebar untuk menuntut promotor jika memang tak diberikan disclaimer sebelumnya. Namun berkaca dari kasus Andy, sebaiknya ajang konser tak jadi tempat menyeleweng, karena potensi tertangkap kamera cukup besar, terlebih di kategori-kategori khusus yang tak seramai lainnya.