Riset Ungkap Gen Z Lebih Percaya Informasi Kesehatan dari Influencer daripada Dokter

JAKARTA - Sumber informasi yang dipercayai seputar kesehatan tampaknya kini mengalami pergeseran, khususnya di kalangan anak muda. Generasi Z atau gen Z disebut lebih mempercayai informasi kesehatan dari influencer media sosial daripada dokter.

Hal tersebut terungkap melalui riset yang dilakukan perusahaan komunikasi Edelman. Riset dilakukan dengan survei kepada responden berusia 18-34 tahun, yang termasuk kelompok milenial muda dan gen Z dari 16 negara tentang kepercayaan mereka terhadap dokter.

Ditemukan bahwa sekitar 45 persen kelompok usia lebih muda percaya informasi kesehatan yang disebarkan melalui media sosial dibandingkan dokter. Pertumbuhan media sosial ternyata memperparah ketidakpercayaan terhadap tenaga medis.

“Sebagai seorang dokter, saya telah menyaksikan lebih banyak anak muda yang menggunakan TikTok dan obrolan grup, daripada sebelumnya biasanya mengambil ponsel dan menghubungi dokter,” kata Chief Technology Officer di DRSONO Medical, Dr. Charles Carlsen, dikutip dari Newsweek, pada Kamis, 17 Juli 2025.

Survei yang dilakukan Edelman juga mengungkap bahwa sepertiga gen Z mengatakan mereka sudah mengikuti saran dari influencer. Dengan 33 persen melaporkan bahwa mereka telah membiarkan konten kreator tanpa pelatihan medis mempengaruhi keputusan kesehatan pribadi.

Tak hanya itu, gen Z juga dua kali lebih mungkin dibandingkan orang dewasa lebih tua membiarkan orang tanpa kredensial medis formal mempengaruhi penanganan kesehatan mereka.

Di TikTok, tagar #medicaladvice sudah memiliki lebih dari 39 ribu unggahan dan #healthtok memiliki lebih dari 153 ribu unggahan. Terkait kesehatan mental, TikTok juga memainkan peran yang semakin besar.

Para dokter mengatakan bahwa banyak anak muda yang mencari diagnosis ADHD atau gangguan spektrum autisme setelah terpapar konten media sosial. Hal ini sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan.

“Terus terang ini masalah kesehatan masyarakat. Meskipun dukungan sepaya dan papan buletin daring bermanfaat, hal tersebut bukan pengganti berbasis bukti,” tuturnya.

Dokter Carlsen mengingatkan agar anak muda khususnya gen Z untuk tetap konsultasi ke dokter jika mengalami keluhan kesehatan. Gangguan kesehatan jangan dibiarkan begitu saja karena pengaruh media sosial, karena bisa berdampak berbahaya.

“Saya pernah menangani pasien yang menunda pengobatan untuk penyakit serius karena seseorang daring mengatakan itu normal. Dan mereka akhirnya dirawat di UGD beberapa minggu kemudian,” pungkas Dokter Carlsen.