Ukraina Tewaskan Agen Rusia yang Dicurigai Membunuh Kolonel Intel SBU Pekan Lalu

JAKARTA - Agen intelijen Ukraina pada hari Minggu membunuh anggota sel dinas rahasia Rusia yang dicari karena dicurigai menembak mati seorang kolonel di dinas keamanan SBU Ukraina pekan lalu, kata badan itu.

Badan intelijen tersebut mengatakan dalam pernyataan, operasi tersebut bertujuan untuk menangkap agen-agen Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), yang diyakini berada di balik pembunuhan Kolonel SBU Ivan Voronych di Kyiv pada Hari Kamis.

"Pagi ini operasi khusus dilakukan, di mana anggota sel agen FSB Rusia mulai melawan, dan oleh karena itu mereka dibubarkan," demikian pernyataan di aplikasi perpesanan Telegram tersebut, melansir Reuters 14 Juli.

Otoritas Rusia tidak segera memberikan komentar publik mengenai operasi Hari Minggu tersebut, yang mencerminkan pembunuhan pejabat militer senior Rusia oleh Ukraina di masa lalu selama perang tiga tahun, sebuah sumber rasa malu bagi badan intelijen Moskow yang besar.

SBU mengatakan dua orang – seorang pria dan seorang wanita – diduga telah membunuh Voronych. Tidak disebutkan berapa banyak tersangka agen FSB yang tewas pada Hari Minggu.

Menurut SBU, para tersangka pembunuh diperintahkan oleh pawang mereka untuk mengawasi target dan melacak pergerakannya. Mereka akhirnya diberi koordinat tempat persembunyian tempat mereka menemukan pistol berperedam, kata SBU.

Dikatakan, para tersangka telah mencoba "bersembunyi" setelah pembunuhan Hari Kamis, tetapi berhasil dilacak oleh SBU dan polisi Ukraina.

Diketahui, kewenangan SBU meliputi keamanan dan kontraintelijen, tetapi sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, badan tersebut juga memainkan peran penting dalam operasi khusus melawan Moskow, termasuk pembunuhan dan serangan sabotase.