Apa Itu Tanned Skin, Warna Kulit yang Dianggap Eksotis?

YOGYAKARTA – Apa itu tanned skin bisa dipahami sebagai warna kulit yang condong cokelat. Warna kulit ini banyak disebut eksotis sehingga banyak didambakan oleh orang berkulit putih. Perlu diketahui bahwa tanned skin bisa dimiliki dengan berbagai cara. Untuk memahami pengertian tanned skin simak artikel berikut ini.

Apa Itu Tanned Skin?

Tanned skin adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan warna kulit sawo matang kecokelatan. Kulit tanned disebut memiliki melanin yang tinggi sehingga mampu meminimalisir dampak negatif akibat paparan sinar matahari serta pelambatan tana penuaan di kulit.

Dilansir dari website resmi Sahyadri Hospital, warna kulit sawo matang bisa disebabkan oleh banyak hal salah satunya karena paparan radiasi ultraviolet (UV) dari matahari atau sumber cahaya buatan lainnya. Saat terpapar UV, melanin akan terangsang keluar sehingga tampilannya semakin cokelat dan semakin gelap. Melanin berfungsi untuk menjaga kulit dari UV serta polusi.

Eksotisme Tanned Skin

Sampai saat ini, warna kulit cokelat dianggap cantik dan eksotis terutama bagi orang dengan negara musim dingin. Anggapan eksotisme terhadap warna kulit cokelat tidak terjadi begitu saja.

Dilansir dari website Skin Cancer Foundation, dokter kulit New York dan ahli bedah Mohs, Deborah S. Sarnoff, MD menjelaskan bahwa di Amerika dan negara barat menanggap bahwa kulit kecokelatan adalah lambang kesehatan dan kecantikan. Warna kulit cokelat dianggap lebih menarik dibanding warna kulit putih cokelat.

Obsesi terhadap tanned skin kemudian membawa tren berjemur menggunakan bikini di awal tahun 1940-an. Para wanita mulai mengenakan bikini, ditambah dengan penggunaan krim, minyak, hingga reflektor untuk menangkap cahaya matahari demi kulit cokelat mereka.

Sayangnya upaya masyarakat kulit putih mendapatkan tanned skin disertai dengan konsekuensi serius yakni kanker kulit atau melanoma. Bahkan, berdasarkan penelitian Journal of Clinical Oncology menunjukan peningkatan kasus melanoma antara tahun 1950 dan 1954.

Kasus melanoma meningkat sebesar 17 kali lipat pada pria dan 9 kali lipat pada wanita antara tahun 1950 dan 2007. Sayangnya trend berjemur atau tanning masih terus populer sampai hari ini.

Anggapan bahwa kulit cokelat adalah eksotis juga dibantah oleh pakar global yang menangani penuaan kulit dan kanker Dr. Marko Lens. Ia menilai bahwa kebiasaan berjemur demi tanned skin dianggap sehat, padahal jika terlalu lama berjemur di waktu yang tidak tepat akan menimbulkan dampak merusak, dilansir dari Antara.

“Jika kulit menjadi lebih gelap karena berjemur, itu tandanya telah terjadi kerusakan DNA,” ujar Marko.

Dr. Marko lebih menyarankan agar memilih produk pewarna kulit (spray tan) atau riasan bronzing jika ingin mendapatkan tanned skin. Pilihan tersebut dinilai lebih sehat lebih lama. Jangan lupa untuk mendapatkan perawatan kulit dari dokter ahli.

Itulah informasi terkait apa itu tanned skin. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.