Cuaca Panas Bisa Memicu Perut Kembung, Ini Penjelasannya
JAKARTA - Perut kembung bsa disebabkan oleh suhu udara meningkat drastis, pasalnya tubuh manusia tidak hanya rentan mengalami dehidrasi, tetapi juga gangguan pencernaan.
Panas ekstrem dapat mempercepat pertumbuhan bakteri berbahaya dalam sistem pencernaan, meningkatkan risiko infeksi usus, serta memicu gejala seperti diare, gas berlebih, dan rasa tidak nyaman di perut.
Menurut ahli terapi nutrisi Clarissa Lenherr, yang dikutip oleh Glamour UK, suhu tinggi membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat karena peningkatan keringat. Dalam kondisi ini, kebutuhan tubuh akan air menjadi lebih besar, termasuk untuk mendukung fungsi pencernaan.
"Tanpa asupan cairan yang memadai, gerakan usus menjadi lambat,” jelas Lenherr.
Jika makanan atau feses tertahan terlalu lama di saluran cerna, fermentasi dapat terjadi, menghasilkan gas yang menyebabkan rasa kembung. Untuk mencegah hal ini, Lenherr menyarankan agar seseorang mengonsumsi minimal dua liter air setiap hari selama musim panas. Selain itu, menjaga pola makan juga penting agar sistem pencernaan tidak terbebani.
Ia menjelaskan makanan mentah atau dingin yang biasa dikonsumsi saat cuaca panas memang menyegarkan, namun bisa memperlambat proses pencernaan. Hal ini karena makanan dingin dapat mempersempit pembuluh darah di lambung dan menurunkan kerja organ cerna.
Baca juga:
- Kepala Sering Terasa Berat saat Pagi? Waspada Kolesterol Tinggi
- Padel Bukan Sekadar Tren, Ini Manfaatnya untuk Tubuh dan Kesehatan Otak
- Konser JUMBO Hadirkan Sederet Musisi, Kejutan dan Core Memory
- Dirancang Membangun Keterampilan dan Interaksi, Stimulasi Anak Bermain di Lego Playground Selama Libur Sekolah
Sebagai gantinya, ia menyarankan untuk mengonsumsi sayuran yang telah dimasak ringan, seperti dikukus sebentar, agar lebih mudah dicerna. Sayuran yang dimasak bisa tetap disajikan dalam kondisi dingin sebagai bagian dari salad yang sehat.
Lebih lanjut, Lenherr memperingatkan agar menghindari konsumsi minuman bersoda, terutama saat cuaca panas. Kandungan gas karbon dioksida dalam soda dapat menumpuk di dalam sistem cerna dan menyebabkan perut terasa penuh serta nyeri akibat kembung.
"Anda cenderung memilih makanan berlemak tinggi dan tinggi gula yang mengenyangkan bagi otak Anda yang kurang tidur. Makanan olahan ini dapat semakin memengaruhi usus, berpotensi menyebabkan kembung, disbiosis, dan pergerakan usus yang tidak teratur," Lanherr menjelaskan.
Ia juga menganjurkan untuk mengurangi asupan makanan tinggi garam dan menggantinya dengan buah dan sayur yang kaya air, seperti semangka, mentimun, dan tomat. Buah-buahan ini tidak hanya menyegarkan, tapi juga membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki juga penting untuk merangsang pergerakan usus dan mencegah sembelit, yang kerap menjadi penyebab kembung. Menurut Lenherr, gaya hidup sedentari dapat memperlambat kerja sistem cerna.
Selain itu, kualitas tidur juga memainkan peran penting dalam kesehatan pencernaan. Kurang tidur bisa memicu keinginan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula, yang seringkali bersifat olahan dan sulit dicerna. Kombinasi ini bisa menyebabkan disbiosis usus, gas berlebih, serta gangguan buang air besar.