Jurgen Klopp: Perluasan Piala Dunia Antarklub 2025 Adalah Ide Terburuk dalam Sepak Bola

JAKARTA - Mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mengkritik perluasan format Piala Dunia Antarklub 2025. Dia menyebut turnamen tersebut sebagai ide terburuk yang pernah diterapkan dalam dunia sepak bola.

Dalam wawancara dengan surat kabar Jerman, Die Welt, yang diterbitkan pada Jumat, 27 Juni 2025, malam waktu setempat, Klopp mengatakan turnamen itu akan menambah beban pada kalender yang sudah padat bagi para pemain.

Format yang diperluas ini menampilkan ajang yang diikuti 32 tim dan diadakan setiap empat tahun selama pramusim, pada musim panas di antara turnamen internasional utama.

"Ini turnamen yang tidak ada gunanya. Siapa pun yang memenanginya akan menjadi pemenang terburuk sepanjang masa karena mereka akan bermain sepanjang musim panas dan kemudian langsung kembali ke liga."

"Ada orang-orang yang tidak pernah terlibat dalam bisnis sepak bola sehari-hari dan sekarang muncul dengan ide-ide baru," kata Klopp.

Klopp menunjukkan bahwa para pemain saat ini semakin sedikit waktu untuk beristirahat. Ia memperingatkan bahwa menambah satu turnamen lagi berpotensi membahayakan kesehatan mereka.

"Terlalu banyak pertandingan. Saya khawatir musim depan kita akan melihat cedera yang belum pernah terjadi sebelumnya."

"Jika tidak, cedera akan datang selama atau setelah Piala Dunia Antarklub. Tidak ada pemulihan yang nyata bagi mereka yang terlibat, baik secara fisik maupun mental," ujar pelatih asal Jerman itu.

Sementara itu, dia juga ditanya apakah dia ingin melatih lagi. Klopp, yang mengakhiri sembilan tahun masa baktinya yang sangat sukses bersama Liverpool pada 2024, sekarang menjadi kepala sepak bola global untuk Red Bull, pemilik beberapa klub termasuk RB Leipzig dan New York Red Bulls.

"Saya tidak menginginkannya lagi. Saya sekarang memiliki pekerjaan yang memuaskan dan intens."

"Saya tidak tidur di pagi hari dan saya tidak tidur larut malam, tetapi saya dapat mengatur pekerjaan saya dengan lebih baik," katanya.