Trump Klaim Iran Tak akan Mampu Bangun Lagi Fasilitas Nuklirnya

JAKARTA - Presiden AS  Donald Trump mengklaim Iran tidak akan pernah mampu membangun kembali program nuklirnya setelah serangan AS terhadap situs nuklirnya.

"Iran tidak akan pernah membangun kembali dirinya sendiri," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih sebelum berangkat ke KTT NATO di Belanda dilansir CNN, Selasa, 24 Juni.

"Tempat itu tertimbun batu, tempat itu dihancurkan," katanya.

Trump memuji militer AS, khususnya pilot yang terlibat dalam operasi itu.

“Pilot B-2 melakukan tugas mereka, mereka melakukannya lebih baik daripada yang dapat dibayangkan siapa pun,” tutur Trump.

Presiden AS menepis laporan dari beberapa media yang menyatakan serangan itu memiliki dampak terbatas.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, mengatakan negaranya sedang mengevaluasi kerusakan yang dialami situs nuklirnya dan berencana untuk merehabilitasinya.

"Kami telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan saat ini sedang menilai area yang rusak," kata Eslami dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Mehr Iran, Selasa 24 Juni, dikutip dari Al Jazeera.

Eslami mengatakan, evaluasi yang dilakukan termasuk tindakan antisipasi yang perlu dilakukan jika fasilitas nuklir Iran terganggu.

"Persiapan untuk pemulihan telah diantisipasi, dan rencana kami adalah untuk mencegah gangguan apa pun, dalam produksi atau layanan," sambungnya.

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) melakukan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran yang terdapat di Fordow, Isfahan, dan Natanz.

Ketiga fasilitas Iran yang dihantam bom itu dilakukan AS pada Sabtu 21 Juni 2025 waktu setempat.

Sehari berlalu, Pemerintah Iran mengonfirmasi kebenaran terkait serangan militer AS terhadap ketiga situs nuklir mereka. Iran memastikan tidak ada kontaminasi radiasi akibat serangan tersebut.

Organisasi Energi Atom Iran juga menekankan program nuklir nasional akan terus dilanjutkan negaranya.