SD Kanisius Duwet dan SDN Ungaran Juara MilkLife Yogyakarta 2025
JAKARTA – SD Kanisius Duwet dan SDN Ungaran 1 masing-masing keluar sebagai yang terbaik di kelompok umur (KU) 12 tahun dan 10 tahun dalam penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2025.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2025 yang berlangsung di Stadion Tridadi, Sleman, rampung digelar pada Minggu, 22 Juni 2025. Persaingan dalam partai final pun berlangsung sengit dan kompetitif.
SD Kanisius Duwet mampu tampil impresif dan berhasil memenangi laga final melawan MIS Al Islamiyah Grojogan. Satu-satunya gol kemenangan dalam partai tersebut dijaring oleh Regina Mikaela Lintang Putri.
"Kami sangat gembira walaupun pertandingan final cukup melelahkan karena lawannya cukup berat. Ini kemenangan pertama untuk tim kami. Terima kasih atas kerja samanya teman-teman," ucap Regina.
Adapun SDN Ungaran 1 berhasil naik podium tertinggi setelah menang telak 4-0 atas SDN Imogiri 3. Ini kali kedua tim tersebut mengamankan podium tertinggi di ajang yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut.
Baca juga:
Sebelumnya, mereka pernah menjadi kampiun pada MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2024. Kemudian pada Seri 2 tahun lalu, mereka harus puas hanya sampai di babak semifinal.
"Kami lebih rutin latihan tiga kali seminggu setelah Seri 2. Lalu, di babak final tahun ini, saya bilang ke tim untuk main lepas dan menikmati dan akhirnya kami bisa kembali jadi juara," kata Dalmaji, pelatih SDN Ungaran 1.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2025 tercatat diikuti oleh sebanyak 1.315 siswi dari 70 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD). Jumlah tersebut terus meningkat dibanding dengan dua seri sebelumnya.
Dalam seri pertama pada Juli 2024, ajang ini diikuti oleh 452 siswi dari 24 MI dan SD. Jumlah tersebut melonjak pesat hingga tiga kali lipat ke angka 1.203 peserta pada seri kedua, Oktober 2024.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, mengatakan bahwa mereka semakin optimistis dengan target dari ajang ini karena antusiasme peserta terus memperlihatkan grafik peningkatan.
"Ini peluang besar dan perlu dukungan besar untuk mengambil kans tersebut, perlu regenerasi juga sehingga ke depan Timnas Indonesia jauh lebih bagus," ucap Timo.
Untuk mendukung regenerasi, penyelenggara juga menggelar Festival SenengSoccer untuk kelompok usia 6-8 tahun (KU 8) kategori individual. Peserta di ajang itu diberikan rintangan yang mencakup latihan lari, ketangkasan, melompat, melempar, dan menggiring bola.
Festival SenengSoccer merupakan stimulus untuk menumbuhkan minat para putri menggeluti sepak bola dari usia yang lebih dini. Rintangan yang dibuat sebenarnya latihan koordinasi dari teknik, kecepatan, dan endurance yang terpadu.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas talenta pesepak bola putri muda, sejumlah inovasi dan penyesuaian diterapkan, salah satunya waktu penyelenggaraan turnamen yang selaras dengan kalender akademik.
"Untuk itu, mulai akhir Juli 2025, kami akan menggelar MilkLife Soccer Challenge 2025-2026, yang akan menyasar 10 kota di Indonesia," tutur Yoppy.