Lebih Sehat Kopi Panas atau Kopi Dingin? Begini Penjelasannya

JAKARTA - Manfaat kesehatan antara kopi panas dan kopi dingin sering menjadi perdebatan. Hal ini karena sebenarnya belum banyak penelitian terkait suhu kopi yang lebih baik untuk kesehatan tubuh.

Namun, terdapat beberapa hal yang bisa dipertimbangkan terkait perbedaan manfaat kopi panas dan kopi dingin. Berikut beberapa perbedaannya, dikutip dari Huffpost, pada Rabu, 18 Juni 2025.

1. Kopi panas mengandung antioksidan tinggi

Kopi panas disebut mengandung nutrisi penting seperti antioksidan, vitamin, dan mineral. Kadar antioksidan kopi panas juga disebut lebih tinggi dibandingkan kopi seduh dingin.

Antioksidan yang dikandung kopi ini mengandung asam klorogenat, yang menjadikannya alternatif untuk memberi energi dan kewaspadaan. Meski demikian, penambahan susu, gula, atau krim dapat mempengaruhi rasa dan nilai gizinya.

2. Kopi panas mengandung kafein lebih dan aroma mengurangi stres

Penelitian di American Chemical Society pada 2020 mengungkap bahwa kopi yang dibuat dengan metode penyeduhan panas mempunyai kadar kafein yang sedikit lebih tinggi dibandingkan yang disedu dingin. Namun, perbedaan jumlah kafein tersebut tidak terlalu besar.

Keunggulan lain kopi panas adalah aromanya yang semerbak. Aroma dari kopi manas berpotensi untuk membantu relaksasi tubuh dan mengurangi stres.

“Karena kopi panas mengeluarkan lebih banyak uap, ada kemungkinan efek ini akan meningkat dengan kopi panas dibandingkan kopi dingin,” kata dokter spesialis jantung, Majid Basit.

3. Kopi dingin lebih baik untuk hidrasi

Kopi dingin terutama yang disajikan dengan es dapat memberikan efek hidrasi lebih baik dibandingkan kopi panas. Penambahan es atau bahan berbasis air pada kopi dapat membantu meningkatkan asupan cairan yang dapat bermanfaat untuk hidrasi tubuh.

Sementara kopi panas dapat sedikit membuat tubuh dehidrasi. Ini karena kandungan kafeinnya memiliki efek diuretik.

4. Kopi dingin lebih nyaman di perut

Secara umum kopi panas dan kopi dingin mengandung tingkat keasaman yang sama, yakni berkisar di pH 5-6. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kopi yang diseduh dingin akan memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah, yang lebih nyaman di perut.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kopi panas dan kopi dingin memiliki efek yang berbeda-beda pada tubuh tiap orang. Secara keseluruhan, penelitian belum mengungkapkan perbedaan besar dalam cara tubuh manusia bereaksi pada kedua kopi tersebut.

Jadi, kopi yang diseduh panas maupun dingin secara umum baik untuk tubuh. Namun, perlu diingat batasan minum kopi harian agar tidak berdampak buruk pada tubuh, serta penggunaan bahan tambahan seperti susu, gula, krim kocok, yang dapat mempengaruhi manfaat dari kopi panas maupun dingin.