Miliarder Futuris Ungkap Kapan ‘Manusia Mutan’ Akan Membuat Manusia Biasa Jadi ‘Usang’
JAKARTA - Manusia sedang berada di ambang digantikan oleh ras hibrida superhuman dengan kemampuan yang selama ini hanya ada dalam film fiksi ilmiah.
Herbert Sim, seorang investor teknologi dan futuris miliarder asal London, mulai menginvestasikan kekayaannya dalam studi transhumanisme—yaitu peningkatan kemampuan manusia melalui sains dan teknologi.
Sim mengatakan kepada DailyMail.com bahwa dalam waktu lima tahun ke depan, ras manusia mutan baru ini sudah bisa berjalan di antara manusia biasa.
Pada titik itu, manusia biasa akan menjadi usang karena ‘X-Men’ versi nyata ini memiliki kemampuan yang jauh melebihi manusia biasa.
Perusahaan teknologi Sim, Neurochip.com, tengah mengembangkan teknologi yang memungkinkan peningkatan otak menggunakan helm pembaca gelombang otak. Gelombang otak ini diterjemahkan ke komputer untuk mengubah pikiran menjadi tindakan.
Sim menyebut ini adalah langkah awal dalam ‘mengupgrade’ umat manusia, memungkinkan ras mutan baru ini hidup lebih lama dan mengalahkan penyakit.
“Transhumanisme bisa membantu memperpanjang hidup hingga 500 tahun dan bayangkan apa yang bisa kita capai setelah itu,” kata Sim.
Meskipun terdengar seperti fiksi ilmiah, mutan hibrida manusia-hewan sudah dibuat di Jepang. Pada 2019, Kementerian Jepang mengizinkan penciptaan embrio hewan dengan sel manusia yang dibawa hingga lahir oleh hewan pengganti. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan pankreas yang kompatibel untuk transplantasi organ.
Sim menegaskan bahwa teknologi ini bertujuan membantu manusia melampaui keterbatasan biologis dan hidup lebih lama.
Ia juga membandingkan penampakan mutan yang langka di dunia saat ini seperti legenda kuno tentang naga, yang dipercaya banyak budaya di dunia.
Namun Sim memperingatkan bahwa mutan ini tidak akan punah seperti naga, melainkan akan bertambah jumlahnya dan mengambil alih peran dominan dalam masyarakat.
“Karena ras baru yang sangat unggul ini, mereka akan lebih baik dari manusia dalam segala hal,” ujar Sim. “Manusia yang tersisa akan kesulitan berkontribusi secara efektif dan di sinilah manusia menjadi usang.”
Baca juga:
- Vivo X Fold 5 Tahan Beku hingga -20°C, Tetap Berfungsi Normal Tanpa Penurunan Performa
- Tiga Cara Kacamata Pintar AI Apple Bisa Ungguli Meta Ray-Ban
- Aoostar Luncurkan Godz Mini PC dengan Ryzen 7 dan GPU Discrete Radeon RX6600LE, Harga Mulai Rp7 Jutaan
- Musisi Raup Rp48.8 Miliar dari Penjualan NFT, Namun Kehilangan Semua Karena Pajak dan Crash Crypto
Meski ide manusia dengan kekuatan super sudah lama jadi bahan fiksi, perkembangan nyata dalam bidang rekayasa genetika dan teknologi otak sudah mulai muncul.
Contohnya, para peneliti MIT dan Harvard berhasil mengembangkan metode CRISPR yang memungkinkan penyisipan DNA dengan presisi tinggi, berpotensi memperbaiki penyakit genetik dan memperpanjang usia.
Selain itu, teknologi chip otak yang dikembangkan oleh beberapa perusahaan memungkinkan orang mengendalikan perangkat hanya dengan pikiran—mirip dengan teknologi helm transhuman yang dikembangkan Neurochip.com.
Sim meyakini teknologi ini bukan ancaman, melainkan penyelamat umat manusia. “Teknologi dan sains hadir untuk memberdayakan manusia, sama seperti obat dan ponsel yang membuat hidup kita lebih baik,” tutup Sim.