Sesumbar Tinggalkan Batu Bara, Bahlil Ungkap Eropa Masih Kontrak Impor hingga 20 Tahun
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan hingga saat ini negara-negara Eropa masih melakukan impor batu bara dari Indonesia. Bahkan kata dia, Uni Eropa masih memiliki kontrak impor batu bara dengan rentang waktu 20 tahun ke depan.
"Sekarang Eropa katanya enggak pake batu bara. Ah pesan Indonesia kok kontraknya 20 tahun," ujarnya, Selasa, 27 Mei.
Bahlil mengaku jengah dengan batu bara yang dianggap kotor oleh negara barat yang menggaung-gaungkan transisi energi. Padahal, kata dia, negara-negara barat masih banyak yang menggunakan batu bara sebagai pembangkit listrik.
"Kita ini kadang-kadang jangan juga terlalu sok-sokan seperti kita lebih hebat daripada negara G7," sambung dia.
Bahlil juga menyinggung Amerika Serikat yang angkat kaki dari Perjanjian Paris atau Paris Agreement padah menjadi salah satu negara penggagas.
"Amerika itu salah satu negara yang menginisiasi Paris Agreement untuk mempergunakan energi baru terbarukan untuk menurunkan emisi karbon. Keluar dia," sambung Bahlil.
Baca juga:
Lebih lanjut Ketua Umum partai Golkar ini mengatakan, saat ini 50 persen pasokan batu bara dunia berasal dari Indonesia. Adapun konsumsi batu bara dunia mencapai 8,9 miliar ton dan jumlah batu bara yang diperdagangkan mencapai 1,3 miliar ton per tahun. Sementara itu ekspor batu bara yang dilakukan Indonesia mencapai 600 juta hingga 650 juta ton per tahun.
"Jadi kita itu hampir 50 persen supply batu bara di dunia terhadap batu bara yang beredar itu dari Indonesia," tandas Bahlil.