Tarif Trump Mulai Guncang Industri Pemasok Suku Cadang Otomotif
JAKARTA - Industri otomotif global tengah dihadapkan sejumlah tantangan berat, salah satunya dalam menghadapi tarif dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Tarif impor sebesar 25 persen yang diberlakukan Donald Trump tidak hanya berdampak pada kendaraan utuh, melainkan juga penyuplai suku cadang dari luar.
Kyowa Industrial merupakan salah satu penyuplai suku cadang yang tengah dihadapkan pada kekhawatiran mengenai kemampuan mereka untuk menahan tekanan tarif pada industri mobil Jepang.
"Apa yang akan kita lakukan dengan tarif ini? Itu akan menjadi lebih buruk," kata Presiden Kyowa Industrial, Hiroko Suzuki dikutip dari Reuters, Sabtu, 24 Mei.
Kyowa tidak mengekspor komponen mobil ke AS, tetapi perusahaan khawatir produsen mobil akan memaksa pemasok untuk memangkas harga guna mengimbangi tarif. Sejauh ini, hal itu belum terjadi.
Di sisi lain, pabrikan seperti Subaru mengatakan mengatakan perusahaannya mungkin harus mulai mencari mitra yang berekspansi di luar AS.
Baca juga:
Sementara itu, raksasa otomotif lainnya sebagian besar menawarkan dukungan bagi pemasok sejak pengumuman tarif Trump. Sebagai contoh, Toyota, Nissan, dan Ford telah mengirim surat ke cabang AS dari beberapa pemasok Jepang yang meminta kerja sama dalam menghadapi tarif.
Nissan memberi tahu ke pemasok bahwa mereka harus berpegang pada harga yang telah disepakati sebelumnya.
Dalam kesepakatan tersebut, pemasok tidak memiliki kewajiban untuk menanggung biaya tarif tetapi akan memikul sebagian dari pukulan tersebut hingga empat minggu untuk membantu mengamankan rantai pasokannya.
Pabrikan menambahkan bahwa nantinya dapat berupaya untuk memulihkan pembayaran dukungan apa pun kepada pemasok.
Para produsen mobil tersebut belum mengirimkan surat tindak lanjut, menurut dua pemasok. Kepada Reuters, Nissan mengatakan bahwa mereka bekerja sama dengan para pemasok untuk mengurangi dampak tarif dan menekan biaya, termasuk melalui lokalisasi.
Ford juga memastikan akan bekerja sama dengan pemasok untuk menilai risiko mereka dan kemungkinan mengkonfigurasi ulang proses dan sumber daya.
Toyota juga mengatakan akan berusaha melindungi pemasok, dealer, dan karyawannya sambil menjaga kepercayaan pelanggan saat menghadapi ketidakpastian yang disebabkan oleh tarif.
Beberapa pemasoknya seperti Denso, belum memberikan perkiraan pendapatan untuk tahun mendatang, dengan alasan ketidakpastian.
Untuk menangani situasi ini, negosiator perdagangan utama Jepang, Ryosei Akazawa juga menuju Washington pada hari Jumat untuk putaran pembicaraan ketiga.
Sebelumnya, perdana menteri Jepang Shigeru Ishiba menyebut tarif impor yang ditetapkan oleh Donald Trump sebagai krisis nasional bagi negeri matahari terbit ini.