Di Hadapan Pengusaha Migas, Prabowo Akui Bangga Berhasil Produksi Pangan hingga Potensi EBT
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengaku bangga dengan pencapaian di bidang pangan selama enam bulan dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia.
Dikatakan Prabowo, produksi pangan selama pemerintahannya berhasil melampaui target yang dicanangkan di awal masa dirinya memimpin.
Hal ini disampaikan Prabowo di hadapan pelaku industri hulu migas dalam gelaran IPA Convention and Exhibition 2025 yang berlangsung di ICE BSD City.
"Saya bersyukur, saya bangga, saya terima kasih dengan semua unsur yang membawa kita dalam waktu singkat baru beberapa bulan kita bertanggung jawab atas pemerintahan RI," ujarnya Rabu, 21 Mei.
Ia mengaku, cadangan pangan, beras dan jagung di gudang-gudang milik pemerintah sudah melebihi kapasitas bahkan menjadi yang tertinggi sejak Indonesia berdiri.
Bahkan, lanjut dia, sempat ada kekhawatiran gudang-gudang milik pemerintah yang ada tidak akan sanggup menampung hasil panen yang ada dan meminta pembangunan gudang penyimpanan yang baru.
"Sejak sejarah RI cadangan beras dan jagung yang ada di gudang pemerintah adalah terbesar dalam sejarah RI. Bahkan beberapa saat lalu kita khawatir tidak cukup gudang untuk menampung produksi tersebut," terang dia.
Kendati melampaui ekspektasi, Prabowo bilang, capaian bidang pangan bukanlah sesuatu yang pelik.
Dia mengklaim, hal terpenting adalah kebijakan nyang ditetapkan untuk mencapai hasil panen tersebut merupakan kebijakan yang masuk akal dan berorientasi pada kepentingan bangsa.
Hal ini sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo di bidang pangan.
Tak hanya di bidang pangan, Prabowo juga menyoroti potensi bidang energi di Indonesia yang melimpah dan berpotensi untuk dikembangkan demi swasembada energi menuju Indonesia Emas 2045.
Baca juga:
Dalam agenda akbar tahunan migas ini, ia menyebut Indonesia juga memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) yang melimpah seperti panas bumi atau geothermal, energi hidro dan angin serta gelombang yang besar.
Prabowo mengaku telah berbicara dengan beberapa ahli dari universitas terbaik dunia untuk mengembangkan potensi yang sudah ada.
"Kita sangat optimistis sebentar lagi kita tidak hanya swasembada energi, kita akan kembali mensupply energi kepada dunia," tandas dia.