Prabowo Minta Proyek Hilirisasi Segera Groundbreaking
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk segera merealisasikan dimulainya pembangunan proyek hilirisasi atau dilakukan groundbreaking.
Dalam pertemuan bersama sejumlah jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Bahlil mengatakan Presiden menyoroti percepatan hilirisasi yang telah menjadi prioritas pemerintah dan meminta untuk segera memulai implementasi proyek-proyek hilirisasi strategis.
"Bapak Presiden sudah berencana untuk dari sekian project hilirisasi itu sudah harus ada yang dilakukan groundbreaking untuk diimplementasikan," kata Bahlil dilansir ANTARA, Selasa, 20 Mei.
Bahlil memerinci proyek hilirisasi yang diharapkan segera dimulai, yakni nikel untuk membangun ekosistem baterai kendaraan listrik, serta pengembangan proyek DME (dimethyl ether) untuk substitusi energi.
Selain itu, Presiden Prabowo juga meminta percepatan hilirisasi yang menjadi prioritas pemerintah.
Baca juga:
- Tiga Generator RS Indonesia Gaza Terbakar Akibat Bom Serangan Israel
- Inggris Umumkan 100 Sanksi ke Rusia, Sasar Pasokan Senjata hingga Tanker Minyak
- Khamenei Kecam Tuntutan AS yang Berlebihan Saat Negosiasi Nuklir Iran
- Ayatollah Ali Khamenei Tak Berpikir Perundingan Nuklir Iran dengan AS Capai Kesepakatan
Dalam rangka meningkatkan lifting minyak dan gas bumi, Bahlil juga mengundang Presiden Prabowo untuk menghadiri acara pertemuan dan pameran Kontraktor K3S dari 46 negara.
"Besok itu adalah ada acara besar yang dihadiri oleh 46 negara kontraktor K3S dalam rangka meningkatkan lifting," kata Bahlil.