Jelang Keberangkatan Jemaah, BP Haji Cek Fasilitas Hotel hingga Pusat Medis

JAKARTA - Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan kesiapan layanan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Dia melihat langsung hotel, dapur, dan kantor layanan kesehatan di Makkah.

Peninjauan dilakukan sebagai bentuk dukungan dalam operasional ibadah haji pada tahun ini 1446 Hijriah.

"Secara keseluruhan, di Makkah disediakan 204 hotel untuk jemaah, dan di Madinah sekitar 90 hotel. Kami pastikan seluruh hotel tersebut dalam kondisi siap melayani jemaah," katanya dalam keterangannya, dikutip Minggu, 27 April.

Hotel pertama yang dia sambangi berada di daerah Syisyah, yakni Hotel Emaar Al Diyafa yang akan menampung 2.500 jemaah haji Indonesia selama berada di Makkah.

Dirinya pun berlanjut mengunjungi Hotel Rabieh Hijazi yang akan menjadi tempat bermukim sekitar 380 jemaah, yakni satu kelompok terbang atau kloter. Kawasan Syisyah dipastikan menjadi salah satu area akomodasi utama bagi jemaah haji Indonesia sepanjang musim haji.

Setelah meninjau akomodasi, Dahnil melihat Kitchen Bin Marta di kawasan Jabal Nur, Makkah. Dapur ini menjadi salah satu penyedia yang akan melayani kebutuhan konsumsi buat jemaah Indonesia. Dia mengecek kesiapan fasilitas dan kualitas dapur untuk memastikan layanan konsumsi yang akan diberikan.

Kunjungan kerja ini diakhiri dengan peninjauan ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di wilayah Aziziyah Selatan, Makkah. Tempat ini menjadi pusat layanan kesehatan bagi jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.

"Kami ingin memastikan seluruh layanan, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga kesehatan, sudah siap dengan kualitas terbaik demi kelancaran dan kenyamanan jemaah haji Indonesia," pungkas Dahnil.

Tahun ini Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 orang, terdiri atas 201.063 jemaah reguler, 1.572 petugas haji daerah, 685 pembimbing KBIHU, dan 17.680 jemaah haji khusus.

Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1446 Hijriah/2025 Masehi, jemaah haji Indonesia gelombang pertama, akan mulai diberangkatkan ke Madinah pada 2 Mei hingga 16 Mei 2025. Gelombang dua akan berangkat ke Jeddah pada 17–31 Mei 2025.