Aliran Modal Asing Keluar Capai 2,8 Miliar Dolar AS akibat Tarif Resiprokal AS

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyampaikan aliran modal asing yang keluar (capital outflow) di pasar keuangan Indonesia pada awal April 2025 hingga 21 April 2025, sebesar 2,8 miliar dolar AS.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, keluarnya aliran modal asing dari instrumen keuangan domestik akibat kuatnya dampak ketidakpastian global pasca pengumuman tarif resiprokal AS.

Meski demikian, Perry menyampaikan,  perkembangan terkini menunjukkan tekanan outflows mulai berkurang terutama pada SBN, sejalan tetap baiknya prospek perekonomian Indonesia, termasuk ketahanan eksternal yang terjaga baik.

"Posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2025 tercatat tinggi sebesar 157,1 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," ujarnya dalam konferensi pers, Rabu, 23 April.

Sementara itu, aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik dalam bentuk investasi portofolio sejak awal tahun 2025 hingga akhir Maret 2025 mencatat net inflows 1,6 miliar dolar AS.

Perry menambahkan, surplus neraca perdagangan berlanjut pada Maret 2025 sebesar 4,3 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya sebesar 3,1 miliar dolar AS.

Oleh sebab itu, ia menyampaikan Bank Indonesia memprakirakan NPI 2025 tetap baik ditopang defisit transaksi berjalan yang rendah dalam kisaran defisit 0,5 persen sampai dengan 1,3 persen dari PDB dan surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut, di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.