Indeks Keyakinan Konsumen Turun jadi 121,1 di 2025

JAKARTA - Bank​ Indonesia (BI) ungkap Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Maret 2025 tercatat sebesar 121,1 lebih rendah jika dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 126,4.

Turunnya indeks keyakinan konsumen pada Maret 2025 berasal dari menurunnya keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun kondisi ekonomi ke depan.

Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Desember 2024 tercatat masing-masing tercatat sebesar 121,7 dan 110,6, lebih rendah jika dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 138,7 dan 114,2.

Berdasarkan survei konsumen Bank Indonesia pada Maret 2025 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga, di mana optimistis konsumen yang terjaga pada Maret 2025 bersumber dari keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan yang masih berada di atas threshold-nya (>100).

Adapun penurunan IKE didorong oleh semua komponen pembentuknya, Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG), dan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), yang masing-masing tercatat sebesar 121,3, 110,2, dan 100,3, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 122,7, 113,7, dan 106,2.

Untuk menurunnya IEK, didorong oleh semua komponen pembentuknya, yaitu Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP), Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU), dan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) pada Maret 2025 yang masing-masing tercatat sebesar 137,0, 132,2 dan 125,9,lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 143,3, 138,6, dan 134,2.

Sementara itu, berdasarkan kelompok pengeluaran responden, keyakinan konsumen pada Februari 2025 tetap optimistis untuk seluruh kategori, dengan IKK tertinggi tercatat pada responden pengeluaran lebih dari Rp5 juta (129,0), diikuti oleh pengeluaran Rp4,1-5 juta (128,8), dan Rp3,1-4 juta (126,0).

Meski demikian, perkembangan optimisme tersebut sedikit menurun dibandingkan kondisi bulan sebelumnya untuk seluruh kelompok pengeluaran.

Berdasarkan kelompok usia, IKK juga tetap di level optimis pada seluruh kelompok usia, dengan IKK tertinggi tercatat pada responden usia 20-30 tahun (126,3), 31-40 tahun (122,5), dan 41-50 tahun (119,7).

Sedangkan, kelompok usia lebih dari 60 tahun mengalami peningkatan optimisme dibandingkan periode sebelumnya, sementara kelompok usia lainnya mengalami penurunan.

Secara spasial, IKK tercatat berada pada level optimis di seluruh kota yang disurvei. Peningkatan IKK terjadi di sejumlah kota, dengan peningkatan tertinggi di Banjarmasin, diikuti oleh Banten dan Denpasar.