Pagar Laut di Desa Kohod Masih Terpasang, Nelayan Kira Masalah Sudah Selesai
TANGERANG - Pagar yang terbuat dari bambu ternyata masih terpasang di desa Kohod, Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Warga pun mempertanyakan keseriusan Pemerintah.
Seorang warga desa setempat Bernama Marto mengaku kaget ternyata pagar laut di Desa Kohod masih terpasang. Ia berpikir awalnya Pemerintah Pusat telah menyelesaikan hingga tuntas.
“Kita pikir semua sudah selesai. Ternyata enggak semua,” kata Marto, Jumat, 14 Maret.
Marto menyebut Pagar laut itu masih terpasang. Bahkan berbentuk kavling-kavling.
Ia menyebut jika ada beberapa perahu nelayan yang bergerak dari arah Timur tetap harus meliuk-liuk untuk menghindari pagar-pagar tersebut.
“Masih liuk-liuk (belok-belok). Karena masih berbentuk,” ucap Marto.
Baca juga:
- Dirjen PKTN dan Satgas Pangan Bareskrim Polri Sidak PT Jujur Sentosa Soal Standar MinyaKita
- Tangki Solar Terbakar Akibat Percikan Api di Proyek MRT Jalan Pemuda Rawamangun
- Pelajar SMA Tabrak Pemotor dengan Mobil BMW di Cipondoh, Korban Terseret 10 Meter
- Pria yang Tewas di Kawasan UKI Cawang Mahasiswa Fakultas Fisipol
Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, Eli Susiyanti membenarkan masih ada pagar laut ilegal yang belum dicabuti.
"Betul mas, di perairan Kohod," ungkapnya
Berdasarkan hasil patroli terakhir, klaim Eli, tersisa sekitar 600 meter. Pagar laut sudah sudah coba dibongkar dengan ditarik tagboat tapi tidak bisa.
"Butuh alat berat dan ponton. Sudah dikoordinasikan dengan pusat," ucapnya.
Meski demikian Eli tidak dapat memastikan kapan pencabutan pagar laut di perairan Kohod dilanjutkan hingga selesai.
"Masih dikomunikasikan," singkatnya.