Presiden Trump Sebut Greenland Dibutuhkan untuk Keamanan Internasional
JAKARTA - Presiden Donald Trump memberi tahu Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte pada Hari Kamis, kendali Amerika Serikat atas Greenland diperlukan untuk meningkatkan keamanan internasional, meningkatkan kampanyenya untuk mencaplok pulau Arktik yang strategis itu.
"Anda tahu, Mark, kita membutuhkannya untuk keamanan internasional, bukan hanya keamanan internasional, kita memiliki banyak pemain favorit kita yang berlayar di sekitar pantai, dan kita harus berhati-hati," kata Presiden Trump kepada Sekjen Rutte saat mereka duduk berdampingan di Ruang Oval Gedung Putih untuk berunding, melansir Reuters 14 Maret.
"Kami akan berbicara dengan Anda," tandasnya.
Ketika ditanya langsung tentang prospek aneksasi, Presiden Trump berkata: "Saya pikir itu akan terjadi."
Presiden Trump telah menjadikan aneksasi Greenland oleh AS sebagai topik pembicaraan utama sejak ia menjabat pada tanggal 20 Januari.
Komentarnya pada Hari Kamis menunjukan Ia mungkin ingin NATO terlibat dalam upayanya untuk mengambil alih pulau itu, wilayah semi-otonom Denmark.
Komentar itu langsung mendapat penolakan dari perdana menteri Greenland yang akan lengser.
"Presiden AS sekali lagi menyuarakan gagasan untuk mencaplok kami," kata Mute Egede dalam sebuah unggahan di Facebook.
"Sudah cukup." Jens-Frederik Nielsen, pemimpin partai pro-bisnis Demokraatit di pulau itu, yang memenangkan pemilihan parlemen Greenland pada Hari Selasa, juga menolak komentar tersebut.
"Pernyataan Trump dari AS tidak pantas dan hanya menunjukkan sekali lagi bahwa kita harus bersatu dalam situasi seperti itu," tulis Nielsen di Facebook.
NATO dan kedutaan Denmark di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Jajak pendapat menunjukkan sebagian besar penduduk Greenland menentang bergabung dengan AS, meskipun mayoritas mendukung kemerdekaan dari Denmark pada akhirnya.
Sebelum memulai masa jabatan keduanya sebagai presiden, Trump mengatakan ia berharap untuk menjadikan Greenland sebagai bagian dari Amerika Serikat, meskipun sekutu NATO Denmark mengatakan bahwa itu tidak untuk dijual.
Lokasi Greenland yang strategis dan sumber daya mineral yang melimpah dapat menguntungkan AS. Greenland terletak di sepanjang rute terpendek dari Eropa ke Amerika Utara, yang sangat penting bagi sistem peringatan rudal balistik AS.
Sementara itu, Sekjen Rutte memberi tahu Presiden Trump, Ia akan menyerahkan pertanyaan tentang masa depan Greenland kepada orang lain dan "Saya tidak ingin menyeret NATO" ke dalam perdebatan.
Ia mengatakan hal itu harus menjadi topik bagi negara-negara di "utara", karena Tiongkok dan Rusia menggunakan jalur air di daerah tersebut.
Baca juga:
- Presiden Trump Ungkapkan Masih Memiliki Hubungan Baik dengan Pemimpin Korea Utara
- Bicara dengan Presiden Putin, Putra Mahkota MBS Tegaskan Komitmen Arab Saudi Fasilitasi Dialog Krisis Ukraina
- Presiden Putin Dukung Rencana Gencatan Senjata dengan Ukraina yang Diusulkan AS, Tapi...
- Presiden Zelensky Sebut Presiden Putin Tidak Menginginkan Gencatan Senjata
Presiden Trump bersikeras, dengan mengatakan Denmark menolak untuk membahas topik tersebut dan Ia mungkin akan mengirim lebih banyak pasukan AS untuk memperkuat pangkalan Amerika di Greenland.
"Kami telah berunding dengan Denmark, kami telah berunding dengan Greenland, dan kami harus melakukannya. Kami benar-benar membutuhkannya untuk keamanan nasional. Saya pikir itulah sebabnya NATO mungkin harus terlibat, karena kami benar-benar membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional. Itu sangat penting," kata Presiden Trump.
Presiden Trump juga berusaha melemahkan klaim Denmark atas pulau itu.
"Anda tahu, Denmark sangat jauh, dan benar-benar tidak ada hubungannya. Apa yang terjadi, sebuah kapal mendarat di sana 200 tahun yang lalu atau semacamnya? Dan mereka mengatakan mereka memiliki hak atasnya. Saya tidak tahu apakah itu benar. Saya rasa tidak," katanya.