Eropa Latih Astronot Disabilitas Pertama untuk Terbang ke Luar Angkasa
JAKARTA – Untuk pertama kalinya, Badan Antariksa Eropa (ESA) melatih astronot disabilitas terbang di dalam pesawat parabola. Melalui pelatihan ini, para astronot harus terbiasa untuk melayang selama di luar angkasa.
Astronot yang melakukan pelatihan atas izin medis ini adalah John McFall, anggota cadangan korps astronot ESA. McFall perlu dilatih karena ia akan menjalankan misi penting bersama beberapa astronot lainnya di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Tak hanya mendapatkan izin medis, McFall juga telah disertifikasi oleh dewan medis multinasional untuk menjalankan misi jangka panjang. Sertifikasi ini sangat penting karena McFall telah kehilangan kaki kanannya dan mengenakan prostesis untuk beraktivitas.
"(McFall) disertifikasi sebagai astronot yang dapat terbang dalam misi jangka panjang di Stasiun Luar Angkasa Internasional dan saya pikir ini adalah langkah maju yang luar biasa," kata Direktur Eksplorasi Manusia dan Robot ESA, Danie Neunschwander.
Baca juga:
McFall pertama kali terpilih sebagai astronot setelah ikut serta dalam proses seleksi parastronot, sebutan untuk astronot dengan disabilitas fisik, pada tahun 2022. Setelah terpilih, McFall bergabung dalam studi kelayakan yang disebut sebagai Fly.
Dalam studi kelayakan tersebut astronot yang memiliki kendala fisik diamati untuk mengetahui kendala dalam menjalankan misi di ISS. Pengamatan ini dilakukan dari segi kesehatan dan keselamatan untuk memastikan bahwa operasi di ISS dapat berjalan lancar.
"Jangan remehkan semua elemen yang terkait dengan prosedur keselamatan saat Anda beroperasi di ISS," kata Neuenschwander. "Saya pribadi mengharapkan beberapa halangan di sana dan saya sangat senang melihat bahwa kami berhasil melewatinya dan itu sudah berlalu."