Prediksi Como vs. Juventus: Bianconeri Kejar Kemenangan Beruntun
JAKARTA - Juventus berupaya meraih kemenangan beruntun di Serie A untuk pertama kalinya sejak November saat mereka bertandang ke markas Como pada Jumat malam, 7 Februari. Setelah bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Empoli pekan lalu, Bianconeri kini berhadapan dengan tim papan bawah yang baru saja mengalami dua kekalahan beruntun.
Juventus baru saja melalui laga yang penuh drama saat menghadapi Empoli. Mereka kebobolan lebih dulu melalui gol mantan bek mereka, Mattia De Sciglio. Tak lama kemudian, kiper Michele Di Gregorio sempat menghadapi penalti, tetapi keputusan itu dianulir oleh VAR karena handball sebelumnya.
Setelah itu, Juventus mengambil alih kendali permainan dan meraih kemenangan dengan skor 4-1, berkat dua gol dari Randal Kolo Muani serta dua gol tambahan di masa injury time.
Bianconeri kini memiliki peluang untuk kembali ke empat besar jika mereka meraih kemenangan di Stadio Sinigaglia. Juventus masih bergelut dengan hasil imbang yang cukup sering terjadi musim ini, membuat mereka hanya mengumpulkan sembilan kemenangan dari 23 pertandingan liga. Hal ini membuat persaingan untuk tiket Liga Champions semakin ketat, sehingga kemenangan atas Como menjadi target utama mereka.
Sementara itu, Como sedang berjuang untuk bertahan di Serie A setelah promosi dari Serie B. Tim asuhan Cesc Fabregas ini mengalami awal musim yang sulit, termasuk kekalahan 0-3 dari Juventus pada pertemuan pertama di Turin. Namun, performa mereka mulai membaik di awal tahun, membuat mereka keluar dari zona degradasi dengan selisih dua poin dari posisi tiga terbawah.
Sayangnya, kekalahan dari Atalanta dan Bologna dalam dua laga terakhir menunjukkan bahwa Como masih kesulitan meraih hasil positif. Meski begitu, mereka cukup solid saat bermain di kandang, hanya kalah empat kali sejak promosi ke Serie A. Jika mampu memanfaatkan dukungan suporter, Como berpeluang menghadirkan kejutan.
Meskipun Como melakukan banyak pergerakan di bursa transfer Januari, hasil positif masih sulit didapat. Pemain pinjaman dari Real Madrid, Nico Paz, menjadi sosok kunci dalam serangan mereka, setelah mencetak gol dalam empat laga kandang berturut-turut. Dia juga menjadi pemain dengan jumlah dribel terbanyak di Serie A musim ini, menunjukkan kemampuannya dalam mengacak-acak pertahanan lawan.
Namun, Como harus menghadapi laga ini tanpa Alieu Fadera yang menjalani skorsing. Selain itu, mereka juga kehilangan beberapa pemain penting seperti Alberto Moreno, Sergi Roberto, Alessandro Gabrielloni, dan Ignace Van der Brempt akibat cedera. Mergim Vojvoda, yang baru bergabung, juga masih belum bisa tampil.
Di lini serang, Como berpeluang menurunkan Patrick Cutrone sebagai ujung tombak, didukung oleh trio Gabriel Strefezza, Nico Paz, dan Assane Diao. Rekrutan anyar seperti Maxence Caqueret dan Alex Valle kemungkinan akan masuk dalam starting XI untuk memperkuat lini tengah dan pertahanan.
Di kubu Juventus, Thiago Motta masih harus bermain tanpa beberapa pemain kunci. Pierre Kalulu absen karena cedera otot, sehingga Renato Veiga, yang baru bergabung dari Chelsea, kemungkinan besar akan kembali mengisi posisi bek tengah. Sementara itu, Bremer, Juan Cabal, dan Arkadiusz Milik masih berada di ruang perawatan, dan Andrea Cambiaso diragukan tampil karena masalah pergelangan kaki.
Kabar baiknya, bek anyar Lloyd Kelly yang baru didatangkan dari Newcastle United diperkirakan sudah bisa dimainkan. Motta juga masih mempertimbangkan pilihan di lini serang. Dusan Vlahovic, yang belakangan sering memulai laga dari bangku cadangan, mencetak gol saat masuk sebagai pemain pengganti dalam laga melawan Empoli. Dengan performa apik Kolo Muani yang sudah mencetak tiga gol dalam dua pertandingan pertamanya di Serie A, ada kemungkinan keduanya dimainkan bersamaan.
Jika Kolo Muani kembali mencetak gol, ia akan menjadi pemain Juventus pertama abad ini yang mencetak gol dalam tiga laga awalnya di Serie A.
Juventus datang dengan ambisi besar untuk mengamankan tiga poin dan kembali ke empat besar, sementara Como berharap memanfaatkan laga kandang untuk meraih hasil positif. Secara historis, Juventus sangat dominan atas Como. Mereka tak terkalahkan dalam 22 pertandingan Serie A terakhir melawan tim ini, dan kemenangan terakhir Como atas Bianconeri terjadi lebih dari 70 tahun yang lalu, tepatnya pada Januari 1952.
Namun, klub yang dimiliki Grup Djarum ini, telah menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah dikalahkan di kandang. Mereka hanya kalah empat kali sejak kembali ke Serie A, yang menunjukkan bahwa tim ini bisa menjadi batu sandungan bagi lawan-lawannya.
Juventus, yang masih kesulitan menjaga konsistensi, harus tetap waspada. Absennya beberapa pemain utama, terutama di lini belakang, bisa memberikan peluang bagi Como untuk mencuri gol. Namun, dengan performa Kolo Muani yang sedang panas dan keunggulan kualitas di berbagai lini, Juventus tetap menjadi favorit untuk memenangkan pertandingan ini.
Perkiraan susunan pemain
Como (4-2-3-1):
Butez; Engelhardt, Goldaniga, Dossena, Valle; Perrone, Caqueret; Strefezza, Paz, Diao; Cutrone
Juventus (4-2-3-1):
Di Gregorio; Savona, Gatti, Veiga, McKennie; Locatelli, Thuram; Gonzalez, Koopmeiners, Yildiz; Kolo Muani
Prediksi skor: Como 1-2 Juventus