Prabowo ke TNI-Polri: Rakyat yang Menggaji Saudara, Mereka Menuntut Dedikasi Sangat Tinggi
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberi arahan dalam rapat pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 2025.
Dalam pengarahannya, Prabowo menegaskan ciri khas negara yang gagal adalah tentara dan polisi yang gagal. Aparat negara tersebut diberi kekuasaan untuk memonopoli fisik dan senjata.
"Kekuasaan ini sangat besar, rakyat yang mempercayakan kepercayaan ini kepada saudara-saudara sekalian," ucap Prabowo di gedung The Tribrata, Jalan Dharmawangsa III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Januari.
Prabowo menekankan bahwa tentara dan polisi bekerja dan mendapat penghasilan dari uang rakyat. Rakyat menyerahkan kuasa kepada TNI dan Polri agar bisa mengabdi kepada bangsa.
"Rakyat yang menggaji saudara, rakyat yang melengkapi saudara dari ujung kaki sampai ke ujung kepala, rakyat yang memberi makan kepada tentara dan polisi, dan rakyat memberi kuasa kepada tentara dan polisi untuk memegang monopoli senjata," ungkap Prabowo.
Baca juga:
- 2 Peseluncur Indah Rusia Jadi Penumpang Pesawat American Airlines CRJ700 yang Bertabrakan dengan Black Hawk
- 18 Jenazah Korban Tabrakan Pesawat American Airlines Bombardier CRJ700-Black Hawk Ditemukan
- Operasi Besar-besaran Tabrakan Pesawat Bombardier CRJ700-Black Hawk, 300 Petugas SAR Dikerahkan
- Sungai Potomac Lokasi Pencarian Korban Tabrakan Pesawat Bombardier CRJ700-Black Hawk Berkedalaman 7 Meter
Karenanya, Prabowo meminta agar prajurit TNI dan Polri menjalankan tugas dengan dedikasi sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat.
Sebab, Prabowo menegaskan TNI dan Polri adalah dua institusi yang merupakan wujud dari kehadiran negara, penegakan kedaulatan, dan implementasi semua peraturan perundang-undangan terkait.
"Diberi kekuasaan ke saudara, artinya rakyat kita menuntut dari saudara-saudara dedikasi yang sangat tinggi, pengorbanan yang sangat tinggi, bahkan bisa disebut begitu saudara menerima mandat tersebut, menerima kekuasaan tersebut, saudara-saudara sebenarnya sudah menyerahkan jiwa dan ragamu kepada bangsa dan rakyat," urai Prabowo.