7 Korban Longsor di Pekalongan Belum Ditemukan, Modifikasi Cuaca Diterapkan Hari Ini
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana melakukan modifikasi cuaca untuk mendukung proses pencarian korban hilang akibat longsor di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Langkah ini diambil guna mengantisipasi gangguan hujan deras yang terus mengguyur lokasi kejadian.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyatakan modifikasi cuaca akan dimulai pada Kamis, 23 Januari, yang bertepatan dengan hari ketiga operasi pencarian korban hilang.
"Modifikasi cuaca perlu dilakukan karena hujan deras sering menghambat operasi pencarian," ujarnya seusai rapat koordinasi pada Rabu, 22 Januari.
Operasi ini akan berlangsung hingga batas waktu yang telah ditentukan, dengan fokus utama pada evakuasi tujuh korban yang masih hilang.
Hingga Rabu sore, tercatat 20 korban meninggal dunia, 13 orang mengalami luka-luka, dan tujuh lainnya masih dalam pencarian.
Selain itu, transisi tanggap darurat bencana yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan mencakup pemulihan berbagai infrastruktur yang rusak, seperti jalan, jembatan, sekolah, dan rumah warga.
Baca juga:
Untuk mendukung proses tersebut, alat berat yang didatangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah tiba di lokasi. "Kami juga mengirimkan jembatan sementara (jembatan belly) guna memulihkan akses yang terputus akibat longsor," tambah Suharyanto.
BNPB dan tim gabungan terus bekerja keras dalam menangani dampak bencana ini, memastikan upaya pencarian dan pemulihan dapat berjalan dengan lancar.