Ketum GP Ansor: Sweeping Perjudian di Asahan Peristiwa Insidental
JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Addin Jauharudin mengatakan aksi sweeping yang dilakukan anggotanya di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, merupakan peristiwa insidental.
"Itu sebenarnya peristiwa insidental. Jadi awalnya sedang melakukan pawai karena banyak perjudian di tengah masyarakat. Cuma di tengah jalan ada insiden yang tiba-tiba satu dua teman keluar dari barisan," ujar Addin dilansir ANTARA, Rabu, 15 Januari.
Sebelumnya, aksi penyisiran yang dilakukan anggota GP Ansor viral di media sosial. Tempat yang di-sweeping itu diduga merupakan lokasi perjudian.
Kendati aksi tersebut insidental, Addin tidak membenarkan langkah tersebut. Peristiwa itu akan menjadi evaluasi bagi organisasi agar seluruh anggota GP Ansor agar tidak bertindak gegabah dalam menyikapi suatu hal.
"Ini juga menjadi kontrol kita, menjadi evaluasi, agar semuanya tidak gegabah melakukan tindakan," ujar dia.
Ia juga memastikan GP Ansor tidak memberikan arahan apa pun terhadap aksi sweeping tersebut.
"Tidak ada (arahan dari pusat)," kata dia.
Baca juga:
- PM Palestina Tegaskan Otoritas Negaranya Harus Pegang Kendali Pemerintahan Usai Perang Gaza
- Kejaksaan Jerman Dakwa Petinggi ISIS atas Kasus Genosida ke Komunitas Yazidi
- Ditahan, Presiden Korsel Yoon Tegaskan Darurat Militer Bukan Kejahatan
- 3 Warga China Pemilik Emas Batangan dan 400 Ribu Dollar AS Divonis 7 Tahun Penjara terkait Tambang Ilegal
Sementara itu, Ketua PBNU Ahmad Suaedy mengatakan aksi sweeping tidak dibenarkan. Apabila ada masyarakat yang mendapat laporan terkait hal-hal yang meresahkan, maka hendaknya melapor ke aparat keamanan.
"Kalau memang itu benar (sweeping), ya, harus dikoreksi. Jadi kalau benar ada sweeping-sweeping, siapapun harus diingatkan bahwa harus kerja sama dengan polisi," kata Ahmad Suaedy.