Pantauan Netray Terkait Pemecatan Shin Tae-yong: Dukungan, Kritik, dan Dinamika Timnas Indonesia di X

JAKARTA – Pecinta sepak bola mendapat kabar mengejutkan di awal tahun, terkait pemecatan Shin Tae-yong sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Pemecatan pelatih asal Korea Selatan itu dilakukan pada Senin (6/1/2024), padahal kontraknya masih berlaku sampai 2027.

Ketua PSSI Erick Thohir mengatakan sudah mempertimbangkan pemecatan STY sejak pertandingan melawan China dalam lanjutan putaran tiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada 15 Oktober 2024. Saat itu, Tim Garuda yang diprediksi membawa pulang tiga poin justru kalah 1-2 di Negeri Tirai Bambu. Ini menjadi salah satu momen penting bagi PSSI mengevaluasi kinerja STY.

Selain itu, Erick Thohir juga menyinggung soal dinamika internal yang sulit diurai, seperti masalah komunikasi, strategi permainan yang kurang sesuai, hingga keberadaan pemain yang berlaga di luar negeri menambah kompleksitas situasi.

Opini Warganet tentang Pemecatan STY

Netray mencoba menjaring opini warganet dalam merespons isu pemecatan STY di media sosial X. dengan kata kunci ‘shin tae yong, shin taeyong, dan STY’ terdapat 136,8 ribu unggahan dari 15,8 ribu pengguna.

Pembahasan soal STY sebenarnya sudah mengemuka sebelum pemecatan resmi diumumkan. Netray memantau ada 24,5 ribu unggahan dengan kata kunci pada sehari sebelum pemberhentian Shin Tae-yong.

Ternyata desas-desus terbukti benar pada 6 Januari hingga membuat perbincangan public memuncak, mencapai 50 ribu unggahan. Sebagian besar warganet tidak setuju dengan pemecatan pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut. Tagar #STYSTAY memanas di dunia maya, dengan ribuan unggahan yang membanjiri lini masa untuk membela posisi Shin Tae-yong sebagai pelatih timnas.

Statistik perbincangan Shin tae-yong. (Netray)

Warganet berlomba-lomba memberikan argumen, seperti akun @cahwonogiri1980 yang mengingatkan bahwa pemecatan pelatih kala performa timnas sedang apik bukanlah hal baru. Ia menyebut Alfred Riedl dan Luis Mila, dua pelatih berprestasi sebelumnya, mengalami nasib serupa.

Selain itu, tagar #TerimakasihSTY juga turut menggema di media sosial. Tagar ini menjadi wadah bagi warganet menyampaikan rasa teriman kasih kepada Shin Tae-yong.

“Dengan total 2.072 unggahan, tagar ini dipenuhi penghargaan atas dedikasi sang pelatih,” demikian laporan Netray.

Salah satu unggahan yang mencuri perhatian datang dari akun @Lowkeysh16, yang merangkum ucapan perpisahan para pemain timnas untuk STY. Postingan ini mampu viral hingga mengundang 66 komentar, 9.105 likes, dan 2.231 repost.

Selain itu, ungkapan kesedihan juga diungkap warganet. Kata ‘sedih’ terlihat menjadi kata yang sering digunakan warganet X dalam daftar kata populer. Akun @andihiyat bahwa pemecatan ini lebih menyedihkan daripada semua drama Korea yang pernah ditontonnya.

Meski banyak yang sedih dengan kabar pemecatan STY, ada pula yang setuju dengan pemecatan STY, seperti yang diungkapkan akun @JOINLampung. Menurutnya, STY tak mampu membawa timnas meraih prestasi yang cemerlang.

Erick Thohir Terpopuler

Sebagai Ketum PSSI, Erick Thohir mendapat kritik warganet. Kata ‘Erick’ dan ‘Thohir’ cukup menonjol dalam jajaran kata populer. Dari akun penggemar Manchester United @utdfocusid tampak menganalisis bahwa sudah sejak lama terlihat ketidaksukaan atau ketidakcocokan terhadap Shin Tae-yong, mulai dari perpanjangan kontrak yang diundur lama hingga pemberian target yang sulit bahkan terdengar sangat gak masuk akal.

Sementara itu, untuk akun terpopuler jatuh kepada @idextratime, akun yang memang sering membahas dunia sepak bola. Akun ini mampu mencapai impresi hingga 425,7 ribu kali.

Unggahannya berupa ungkapan kesedihan dan jajaran pencapaian Shin Tae-yong yang mampu membawa timnas memperoleh sejumlah kemenangan hingga lolos ke kompetisi besar.

Jajaran person populer. (Netray)

Pemecatan Shin Tae-yong STY sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 6 Januari 2025 mengejutkan publik dan memicu berbagai reaksi di media sosial. Warganet memberikan beragam tanggapan mulai dari merasa kecewa hingga mengungkapkan dukungan kepada STY melalui tagar #STYSTAY.

Tapi ada pula yang merasa sedih atas pemecatan tersebut, bahkan menyebutnya lebih emosional daripada drama Korea. Namun, ada kelompok warganet yang setuju dengan pemecatan ini, dengan alasan kurangnya perkembangan dalam pola permainan timnas hingga ketergantungan pada pemain naturalisasi.