Sejarah Scooby-doo yang Baru Saja Ditinggal Dua Kreatornya

JAKARTA - Penulis dan ikon animasi Scooby-doo yang sangat dicintai, Ken Spears, meninggal dunia di usia 82 tahun pada 11 November. Berita itu datang beberapa bulan setelah kematian mitra kreatifnya, Joe Ruby. Bersama-sama mereka membawa Scooby-Doo ke dunia dan teman-temannya untuk berburu hantu.

Akun Instagram resmi Scooby-Doo mengatakan, "Terima kasih, Ken Spears, untuk ikut membuat serial animasi klasik yang terus memengaruhi generasi."

Sam Register, Presiden Warner Bros juga menyampaikan rasa dukanya atas kepergian Spears. Ia berkata, “Kamu tidak akan menemukan layar di dunia yang tidak memainkan Scooby-Doo. Kami terus terinspirasi oleh karyanya di Warner Bros."

Ken Spears membantu membentuk lanskap hiburan keluarga dengan cara yang unik. Kreasinya dengan garis yang dihidupkan dengan cinta dan perhatian. Diperkenalkan pada 1969, Scooby, Shaggy, Fred, Velma dan Daphne mengejar hantu dan menghibur anak-anak dari generasi ke generasi pada setiap Sabtu pagi. Para penjahat biasanya adalah manusia yang berpura-pura menjadi hantu. Kalimat yang sering dikutip dari serial ini adalah "Saya akan lolos, jika bukan karena Anda ikut campur, anak-anak!"

Selain kartun yang ikonik, lagu tema aslinya berjudul Scooby Doo, Where Are You! juga sangat akrab di telinga masyarakat luas, yang bahkan tidak mengikuti serial Scooby-doo. Ditampilan sebanyak 25 episode, inspirasi awal datang dari eksekutif CBS, Fred Silverman. Dia meminta raksasa animasi William Hanna dan Joseph Barbera untuk sebuah pertunjukan tentang sebuah band yang merangkap sebagai detektif remaja.

Pada akhir 1960-an, Ken Spears menjalankan tugas membuat skrip. Dia dan Joe Ruby berpapasan, dan sisanya adalah sejarah. Scooby sendiri awalnya dianggap berlebihan untuk anjing gembala. Nama Scooby-Doo berasal dari Silverman, yang mendengar Frank Sinatra meneriakkan “doo-be-doo-be-doo” pada rekaman Strangers in the Night.

Mengutip The Vintage News, Sabtu 14 November, ketika produk akhir akhirnya muncul, Spears dan Ruby tidak berharap banyak. Hal tersebut dikarenakan Scooby-doo memiliki rival berjudul The Hardy Boys di NBC. Spears dan Ruby merasa bahwa Scooby-doo akan mendapatkan skor yang terkalahkan. 

Sebenarnya, Ruby dan Spears tidak perlu khawatir. Hal tersebut dikarenakan Scooby-doo bahkan masih populer hingga hari ini. Tidak hanya dalam bentuk seri animasi, namun juga pada buku komik, game, dan film live action. Bahkan ada Scooby Snacks yang legendaris. 

Premis esensial dan lugas membuat Scooby-doo tetap menjadi idola hingga hari ini. Misteri yang mereka temukan pada awalnya hampir selalu paranormal seperti hantu pendendam dan dinosaurus yang mengamuk. Tetapi akhirnya terungkap sebagai tipuan rumit yang melibatkan penyamaran, hologram, kabel tersembunyi, cat berpendar, atau kombinasi semuanya. 

Untuk tahun ini film Scoob! harus dirilis terbatas karena pandemi COVID-19. Serial dan pengisi suara terkenal Frank Welker memainkan peran utama, dengan Will Forte sebagai Shaggy, Zac Efron sebagai Fred, Gina Rodriguez sebagai Velma dan Amanda Seyfried sebagai Daphne.

Scoob! juga menghadirkan karakter lainnya seperti Dick Dastardly dan Captain Caveman. Ken Keong mengambil peran Dynomutt the Dog Wonder, ciptaan lain dari Joe Ruby dan Ken Spears.

Ruby dan Spears mempertahankan hubungan mereka selama bertahun-tahun untuk Scooby-doo. Formatnya sebagian besar tetap sama, meskipun karakter telah diubah dan elemen baru ditambahkan, salah satu di anataranya adalah anjing kecil yang merupakan keponakan Scooby, yaitu Scrappy. Menurut wawancara, Spears dan Ruby bukanlah penggemar dari keponakan Scrappy.

Pada 1977, kedua kreator Scooby-doo tersebut membuka Ruby-Spears Productions yang dibuka murni untuk bisnis mereka. Selain Scooby dan kawan-kawan, Ruby dan Spears memproduksi serial lainnya termasuk The Plastic Man Comedy-Adventure Hour (1979-1981), Mister T (1983-1986) dan yang paling terkenal Alvin and the Chipmunks sepanjang tahun delapan puluhan.

Spears dinominasikan untuk Daytime Emmy empat kali. Ken Spears meninggal karena komplikasi demensia. Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Variety, sang anak Kevin Spears memuji "kecerdasan, penceritaan, kesetiaannya kepada keluarga, dan etos kerja yang kuat" ayahnya.